Bencoolen Fest 2026 di Bengkulu Berlangsung 9-11 Oktober, BI Fasilitasi UMKM Naik Kelas lewat QRIS dan Sertifikasi Halal

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:31:02 WIB
Peserta mengikuti Bencoolen Manual Brew Championship pada pembukaan Bencoolen Fest 2026 di Bengkulu, Jumat (9/10/2026).

BENGKULU — Bencoolen Fest 2026 dibuka melalui Bencoolen Manual Brew Championship dan Bencoolen Latte Art Championship pada Jumat, 9 Oktober 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Kedua kompetisi menonjolkan keterampilan penyajian kopi, komoditas yang selama ini dikenal sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Kopi dipilih sebagai pembuka karena dianggap punya peluang dikembangkan lewat peningkatan kualitas produk, kreativitas penyajian, dan penguatan identitas daerah.

Pembahasan soal kopi berlanjut melalui talkshow bertajuk From Bean to Cup: Membawa Kopi Bengkulu Naik Kelas pada pukul 16.30 WIB. Diskusi ini memetakan potensi kopi Bengkulu dari hulu ke hilir, sekaligus mendorong pelaku usaha menambah nilai pada produk mereka. Pembukaan resmi festival dijadwalkan pukul 19.00 WIB, disusul Bencoolen Fashion Week Night 1 hingga pukul 21.30 WIB.

Empat Agenda Edukasi yang Disiapkan untuk Pelaku UMKM

Panitia menyiapkan sejumlah materi yang menyasar kapasitas teknis dan legalitas usaha. Agenda tersebut mencakup digitalisasi UMKM, sosialisasi perbankan, strategi ekspor bagi pelaku usaha pemula, serta sosialisasi sertifikasi halal. Materi itu diharapkan membantu UMKM memahami aspek yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Digitalisasi menjadi salah satu perhatian utama karena sistem pembayaran nontunai dinilai makin dibutuhkan konsumen. Pemanfaatan QRIS memudahkan transaksi sekaligus membuka kesempatan bagi usaha lokal memperluas jangkauan pelanggan. Festival juga mengangkat program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap mata uang nasional.

Wastra Bengkulu Jadi Fokus Hari Kedua

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, perhatian festival beralih ke produk kreatif berbasis budaya lokal. Agenda diawali talkshow bertajuk Wastra Bengkulu: Dari Warisan Menjadi Masa Depan pukul 10.00 WIB. Pembahasan mengangkat peluang pengembangan kain dan produk tekstil tradisional agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar masa kini.

Penguatan aspek budaya itu dinilai penting supaya produk lokal tidak hanya bersaing di pasar daerah, tetapi juga berpeluang masuk pasar nasional maupun internasional. Malam harinya, Bencoolen Fashion Week Night 2 kembali menampilkan pertunjukan fesyen sebagai wadah kreativitas berbasis potensi lokal.

Akses Pembiayaan dan Keamanan Produk di Hari Terakhir

Rangkaian kegiatan pada Minggu, 11 Oktober 2026, difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku UMKM. Sejumlah agenda dijadwalkan, antara lain talkshow akses pembiayaan UMKM, diskusi usaha ramah lingkungan, sosialisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta edukasi Bank Indonesia.

Akses pembiayaan menjadi salah satu aspek krusial bagi pelaku usaha yang ingin menambah kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, atau memperluas jaringan pemasaran. Pemahaman soal ketentuan keamanan produk diharapkan membuat pelaku usaha lebih memperhatikan kualitas dan persyaratan sesuai kategori produk masing-masing. Festival ditutup melalui Bencoolen Fashion Week Night 3 yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB.

Dukungan Lintas Program dan Ajakan ke Warga Bengkulu

Bencoolen Fest 2026 mendapat dukungan dari sejumlah pihak dan program, yakni PeKA, CBP Rupiah, QRIS, JKK, Cangkir Barista, dan Citra Nusa. Semangat PeKA atau Peduli, Kreatif, Adaptif menjadi payung rangkaian acara sepanjang tiga hari.

Masyarakat Bengkulu diundang menghadiri festival dan memanfaatkan berbagai kegiatan yang tersedia. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat produk lokal, memperoleh informasi pengembangan usaha, sekaligus menyaksikan pertunjukan fesyen yang melibatkan karya berbasis potensi daerah.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top