Bupati Lebong Peringatkan OPD dengan Realisasi Anggaran Rendah, Soroti Absensi Fiktif di 2 Kecamatan

Penulis: Jonatan Nasution  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:32:01 WIB
Bupati Lebong memimpin rapat rutin bulanan OPD di Gedung Bina Praja.

LEBONG — Rapat rutin bulanan yang digelar di Gedung Bina Praja itu dihadiri Wakil Bupati Lebong Bambang ASB, Sekda Lebong Dr H Syarifudin, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD, dan para Camat. Azhari menegaskan bahwa kendala teknis tidak boleh dijadikan pembenaran atas lambatnya penyerapan anggaran.

Ia menyoroti OPD yang capaian realisasinya masih rendah atau masuk kategori "tanda merah" menjelang akhir tahun anggaran. Menurut Azhari, persoalan aplikasi bukan alasan untuk menunda pemasukan data.

"Walaupun mungkin ada beberapa yang mempunyai alasan bahwa aplikasinya susah untuk dimasukkan, tetapi itu bukan merupakan alasan. Data bisa di-input di tempat-tempat lain yang memungkinkan," kata Bupati Azhari.

Absensi Fiktif di Pinang Belapis dan Topos Jadi Perhatian Serius

Selain soal anggaran, rapat membahas kedisiplinan aparatur sipil negara. Azhari menyoroti temuan di Kecamatan Pinang Belapis dan Kecamatan Topos, di mana sejumlah pegawai tercatat tidak masuk kerja tetapi tetap menerima Tambahan Penghasilan Pegawai secara penuh.

Catatan absensi para pegawai tersebut, menurut laporan yang diterima Bupati, seolah-olah menunjukkan kehadiran. Azhari meminta para camat tidak ragu menindak pelanggaran semacam itu.

"Camat tidak usah takut, karena ini yang menentukan kedisiplinan kita bersama sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Sumur Bor hingga Pembangkit Listrik di Sungai Lisai dari Koordinasi Lintas Sektor

Rapim OPD juga memaparkan hasil koordinasi lintas sektor yang sudah membuahkan realisasi karya bakti skala besar. Dinas Pertanian Kabupaten Lebong baru saja menggelar pertemuan dengan Direktur Jenderal terkait di Jakarta, disusul video conference dengan Komandan Korem.

"Beberapa realisasi tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pembangkit listrik di Sungai Lisai, serta perbaikan jalan dan jembatan. Capaian ini merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan yang sebelumnya digelar di Kantor Pemkab Rejang Lebong," sampai Azhari.

Target 80 Persen Janji Kerja dan Sisa Tiga Tahun Pemerintahan

Azhari menargetkan 80 persen janji kerjanya terealisasi pada Februari mendatang, meski masa jabatan belum genap dua tahun. Ia mengakui sejumlah program, termasuk pemasangan lampu jalan, belum mencapai 100 persen akibat keterbatasan anggaran.

Pemkab Lebong, kata Azhari, akan menyelesaikan sisa program secara bertahap. Beberapa pos yang disebutnya sedang berjalan antara lain proses Pilkades, penyelesaian tunda bayar, dan pembagian baju seragam yang sudah direalisasikan.

"Pilkades saat ini sedang dalam proses, kemudian tunda bayar semuanya akan kita selesaikan walaupun itu bukan utang kami dari periode sebelumnya. Pembagian baju seragam juga sudah kita realisasikan," jelas Azhari.

Dengan sisa waktu pemerintahan Azhari-Bambang sekitar tiga tahun, Pemkab Lebong menyatakan optimistis dapat memenuhi seluruh janji pembangunan kepada masyarakat secara tuntas dan terukur. Pembangunan infrastruktur akan terus diupayakan perlahan namun pasti.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: pedomanbengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top