BENGKULU — Drama China The Early Spring yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian mencatat rata-rata 44,68 juta penayangan per episode selama masa hot broadcast di Youku. Angka itu menempatkannya sebagai drama solo platform dengan capaian tertinggi sepanjang 2026 versi Yunhe Data, sekaligus peringkat kedua di antara seluruh drama tahun ini. Pencapaian tersebut muncul setelah serial 24 episode ini menutup penayangannya pada 9 September 2026.
Serial berjudul asli Zao Chun Qing Lang itu mulai tayang pada 26 Agustus 2026 di Youku dan Netflix. Sepanjang masa penayangannya, The Early Spring konsisten berada di jajaran teratas metrik yang dihimpun Yunhe Data, lembaga pengukuran data drama China.
The Early Spring mempertemukan Jing Boran dan Sun Qian sebagai pemeran utama. Drama ini terdiri dari 24 episode dan tayang secara eksklusif di Youku untuk pasar China, dengan distribusi internasional melalui Netflix.
Judul aslinya, Zao Chun Qing Lang, mengacu pada periode awal musim semi yang menjadi latar cerita. Detail plot lengkap belum diungkap dalam data yang dirilis, namun performa penayangannya menunjukkan sambutan kuat dari penonton sejak episode-episode awal.
Rata-rata 44,68 juta penayangan per episode menjadi indikator utama popularitas The Early Spring. Dalam klasifikasi Yunhe, drama ini tercatat sebagai drama solo platform dengan average views per episode tertinggi selama hot broadcast period 2026.
Posisinya tetap kompetitif ketika seluruh model distribusi diperhitungkan. The Early Spring berada di peringkat kedua secara keseluruhan untuk drama 2026, tanpa membedakan apakah produksi tersebut solo platform, dual platform, maupun multi platform.
Istilah hot broadcast period merujuk pada masa ketika sebuah drama sedang dalam penayangan dan mendapat perhatian penonton tinggi. Sementara rata-rata penayangan per episode dipakai untuk melihat performa serial secara lebih merata dibandingkan hanya melihat total angka penayangan.
Pada awal penayangan, The Early Spring mencatat pangsa penayangan efektif sebesar 7,7 persen di Yunhe. Angka itu terus naik seiring berjalannya cerita.
Drama ini sempat menduduki posisi pertama Yunhe hot-broadcast chart selama 13 hari berturut-turut. Pada hari terakhir penayangannya, 9 September 2026, pangsa penayangan efektif episode utamanya mencapai 40,3 persen.
Lonjakan tersebut menunjukkan penonton tidak hanya membuka episode awal, tetapi bertahan hingga akhir penayangan. Pola ini jarang terjadi pada drama yang tayang eksklusif di satu platform.
Capaian The Early Spring menambah daftar drama China yang menembus puluhan juta penayangan per episode pada 2026. Data Yunhe menempatkan drama ini di atas sejumlah judul solo platform lain yang tayang pada periode yang sama.
Distribusi melalui Netflix turut membuka akses penonton internasional, termasuk dari Indonesia. Platform streaming global kerap menjadi jalur masuk drama China ke pasar Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak produksi mengenai rencana kelanjutan atau proyek lanjutan usai penayangan The Early Spring.