Pelatih Pakistan Puji Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:48:01 WIB
Pelatih Pakistan Nolberto Solano menyampaikan pujian terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.

BENGKULU — Nolberto Solano melontarkan pujian tinggi terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia usai laga Vietnam versus Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Legenda Newcastle United itu menilai level persaingan turnamen dan pelayanan panitia sebagai dua hal yang paling mengesankan selama Pakistan berkampanye di Grup B.

Pakistan menutup perjalanan di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai juru kunci. Skuad asuhan Nolberto Solano mengemas satu hasil imbang dan dua kekalahan, dengan hasil imbang diraih saat menghadapi Filipina. Thailand dan Vietnam menjadi dua tim yang mampu mengalahkan Ali Akbar Khan dan kawan-kawan.

Meski tersingkir, Solano menyimpan kesan mendalam soal bagaimana Indonesia menggelar turnamen ini. Pelatih asal Peru itu menyampaikannya langsung dalam jumpa pers usai laga kontra Vietnam di SUGBK.

Kesan Solano pada Level Persaingan dan Pelayanan Panitia

Solano menilai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi timnya. Ia mengaku senang bisa berkiprah di turnamen dengan tingkat kompetisi yang tinggi.

"Ini adalah pengalaman menyenangkan. Sejujurnya kami sangat senang berada di turnamen sekompetitif ini. Pelan-pelan kami bisa menyusun masa depan setelah ini," kata Solano.

Pujian khusus ia alamatkan ke penyelenggara. Menurut Solano, segala kebutuhan tim selama turnamen berjalan diatur dengan rapi.

"Penyelenggara mengatur semuanya dengan baik. Untuk Indonesia, saya sampaikan bahwa mereka sangat mengesankan," ujarnya.

Pakistan Tanpa Liga Profesional sejak 2021

Solano berharap gelaran ini memacu pemain lokal Pakistan untuk terus berkembang. Harapan itu muncul dari kondisi sepak bola negaranya yang jauh tertinggal dibanding Asia Tenggara. Pakistan tidak memiliki liga profesional sejak kompetisi bergulir pada 2004 hingga 2021.

"Lihat saja peringkat tim kami dan betapa jauhnya jarak tersebut. Saya melihat kalian [di Asia Tenggara] lebih maju soal sepak bola. Liga Thailand, Liga Indonesia, Liga Malaysia, dan Liga Vietnam jadi contohnya," ujar Solano.

Ia menyoroti beratnya jalan yang akan dihadapi generasi berikutnya di Pakistan. Tanpa liga domestik yang berjalan, pemain lokal kehilangan panggung untuk mengasah kemampuan sebelum menembus tim nasional.

"Saya melihat ada perkembangan baik. Saya akan sampaikan bahwa generasi berikutnya akan menghadapi rintangan sangat berat terutama untuk pemain lokal di Pakistan karena tidak ada liga profesional," tambahnya.

Modal Berharga bagi Pakistan ke Depan

Bagi Pakistan, keikutsertaan di Grup B bersama Thailand, Vietnam, dan Filipina memberi pengalaman bertanding di level yang jarang mereka rasakan. Hasil imbang melawan Filipina menjadi satu-satunya poin yang mereka bawa pulang.

Solano menyebut turnamen ini sebagai titik awal untuk menyusun masa depan tim. Ia menilai pertandingan-pertandingan ketat di Jakarta membantu pemainnya memahami standar yang harus dikejar jika ingin bersaing di level internasional.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi panggung bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Pujian dari pelatih tim lawan seperti Solano menegaskan penilaian positif terhadap kesiapan panitia, mulai dari pengaturan jadwal hingga fasilitas pertandingan di SUGBK.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top