Dinkes Kota Bengkulu Catat 64 Kasus HIV Positif Sepanjang 2026, 1.267 Warga Sudah Skrining

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:02:02 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melakukan skrining HIV kepada warga di sejumlah lokasi populasi kunci.

BENGKULU — Tim skrining Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama LSM dan Satpol PP bergerak mendatangi tempat-tempat populasi kunci untuk menjaring warga yang belum pernah memeriksakan status kesehatannya. Dari langkah itu, 1.267 orang tercatat sudah menjalani skrining HIV hingga Agustus 2026.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebut masih banyak warga yang belum mengetahui kondisi kesehatannya. Sebagian belum pernah diperiksa sama sekali, sebagian lain menahan diri karena khawatir dengan stigma di lingkungan sekitar.

64 Warga Positif HIV, Semuanya Sudah Dapat Pengobatan

Dari hasil pemeriksaan tersebut, 64 orang dinyatakan positif HIV dan telah menerima pengobatan. Secara kumulatif, kasus HIV di Kota Bengkulu sejak 2001 hingga 2026 tercatat sebanyak 1.267 kasus.

Kasus HIV yang disertai AIDS di wilayah yang sama tercatat 614 orang. Data itu menjadi gambaran bahwa penularan masih berlangsung dan penemuan kasus dini jadi kunci pemutus rantai penyebaran.

"Untuk kasus HIV, tim bersama LSM dan Satpol PP Kota Bengkulu sudah bergerak melakukan skrining di tempat-tempat populasi kunci. Data terakhir sudah ada 1.267 yang dilakukan skrining," kata Nelli, Kamis 1 Oktober 2026.

Mengapa Warga Diminta Tak Menunggu Keluhan Muncul

Nelli menekankan pemeriksaan tidak perlu menunggu munculnya keluhan. Semakin cepat status kesehatan diketahui, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan.

Jika hasil pemeriksaan positif, warga dapat langsung memperoleh pengobatan dan pendampingan dari tenaga kesehatan. Pendampingan itu berjalan agar kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV tetap terjaga.

"Jangan takut untuk memeriksakan diri. Mengetahui kondisi kesehatan lebih awal akan membantu mendapatkan penanganan yang tepat," ujar Nelli.

Edukasi di Sekolah dan Faskes, Stigma Jadi PR

Dinkes Kota Bengkulu menggencarkan edukasi melalui fasilitas kesehatan, sekolah, dan berbagai kegiatan di masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup cara penularan HIV serta pentingnya menghindari perilaku berisiko.

Dukungan lingkungan dinilai sama pentingnya dengan pemeriksaan. Masyarakat diharapkan tidak memberi stigma kepada orang yang hidup dengan HIV karena mereka masih membutuhkan dukungan untuk menjalani pengobatan.

Dinkes berharap semakin banyak warga bersedia memeriksakan kesehatan secara rutin. Dengan mengetahui kondisi lebih awal, warga dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan diri sekaligus membantu mencegah penularan HIV.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top