Bupati Kepahiang Zurdi Nata Cek Proyek Revitalisasi Gedung DPRD dan Taman Santoso, Ingatkan Kontraktor soal Kualitas

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Selasa, 22 September 2026 | 05:01:01 WIB
Bupati Kepahiang Zurdi Nata meninjau proyek revitalisasi Gedung DPRD Kabupaten Kepahiang.

KEPAHIANG — Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah proyek fisik yang tengah dikerjakan Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Peninjauan menyasar pekerjaan revitalisasi Gedung Pemerintah dan DPRD Kabupaten Kepahiang serta Taman Santoso.

Monev tersebut bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, gambar kerja, dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Berdasarkan laporan pihak ketiga dan pengawas di lapangan, secara umum progres pekerjaan dinilai berjalan baik dan sesuai rencana.

Sejumlah pekerjaan bahkan tercatat melampaui target atau lebih cepat dari jadwal. Meski begitu, Bupati meminta pengawasan di lapangan tidak dilakukan sekadar formalitas.

Anggaran 2026 Jadi Sumber Pembiayaan Proyek

Zurdi Nata menyebut kondisi keuangan daerah hingga saat ini belum sepenuhnya stabil. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap memprioritaskan sejumlah pembangunan fisik yang dinilai penting.

Menurutnya, monev dilakukan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pihak ketiga.

"Hari ini kita bersama Asisten Bidang Ekonomi pembangunan dan juga Sekretaris Dinas Pembangunan dan beberapa staf lainnya kita monitoring evaluasi pembangunan fisik yang ada di Kepahiang tahun anggaran 2026 yang sumbernya dari APBD Kabupaten Kepahiang tahun 2026," ungkap Bupati.

Kualitas Jadi Harga Mati, Keselamatan Kerja Diminta Diutamakan

Dalam peninjauan itu, Bupati menitipkan pesan kepada pihak ketiga agar mengutamakan keselamatan para pekerja. Penggunaan alat pengaman atau safety diminta tidak diabaikan.

Persoalan mutu pekerjaan juga menjadi perhatian utama. Bupati tidak ingin bangunan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami keretakan atau kerusakan dalam hitungan bulan.

"Kami titip juga kepada pihak ketiga para pekerja utamakan juga keselamatan kerja ya, pakai pengaman, pakai safety," jelas Bupati.

"Kualitas itu harga mati ya, harga mati harus terjamin dan tidak mau nanti enam bulan sudah retak lagi, rusak lagi," ujarnya menambahkan.

Pengawas Diminta Berada di Lokasi, Bukan Hanya dari Kantor

Pengawas proyek diminta benar-benar berada di lokasi untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Pengawasan jarak jauh dari balik meja dinilai tidak cukup menjamin mutu hasil pekerjaan.

Langkah monev yang dilakukan Bupati bersama jajaran dinas terkait menjadi bentuk kontrol langsung pemerintah daerah terhadap proyek yang dibiayai APBD. Hasil peninjauan akan menjadi dasar evaluasi lanjutan bagi pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: rbtv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top