BENGKULU — Ovulasi bisa terjadi sebelum menstruasi pertama kembali, jadi ibu bisa hamil lagi tanpa menyadarinya. Ada empat metode KB yang aman untuk busui: suntik 3 bulan, pil laktasi, implan, dan IUD tembaga. Panduan ini membantu Bunda memilih yang paling cocok dengan kondisi menyusui dan rencana kehamilan berikutnya.
Banyak ibu mengira tubuh baru kembali subur setelah haid pertama datang pasca melahirkan. Kenyataannya, ovulasi bisa terjadi lebih dulu, bahkan sebelum Bunda sadar siklus sudah kembali berjalan.
Karena itu, keputusan soal KB sebaiknya tidak ditunda sampai aktif berhubungan intim lagi. Diskusikan pilihannya di kontrol nifas pertama, biasanya di hari ke-7 atau minggu ke-6 setelah melahirkan.
Layanan KB pasca persalinan (KBPP) dari Kemendukbangga mencakup periode segera setelah melahirkan hingga 42 hari masa nifas. Artinya, Bunda punya waktu sekitar enam minggu untuk berdiskusi dan memutuskan metode yang akan dipakai.
Kalau jarak kehamilan yang terlalu dekat bukan bagian dari rencana, jangan menunggu haid dulu baru pasang KB. Ada jeda waktu di mana kehamilan bisa terjadi tanpa disadari.
Metode amenorrhea laktasi (MAL) sering disebut sebagai KB alami bagi ibu menyusui eksklusif. Ini bukan mitos, tapi ada syaratnya: bayi di bawah 6 bulan, menyusui on demand termasuk malam hari tanpa jeda lebih dari 4–6 jam, dan Bunda belum kembali menstruasi.
Begitu salah satu syarat tidak terpenuhi, misalnya bayi mulai MPASI atau Bunda kembali bekerja, MAL tidak lagi bisa diandalkan. Di titik itu, pilihan KB berbasis progesteron jadi yang paling direkomendasikan.
Dalam poll komunitas theAsianparent yang diikuti lebih dari 20.000 ibu, 39% memilih KB suntik sebagai metode yang mereka gunakan. Alasannya praktis: tidak perlu ingat minum pil tiap hari, cukup ke bidan atau puskesmas setiap tiga bulan.
KB suntik 3 bulan mengandung progestin dan aman untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI. Efek samping yang paling umum adalah haid tidak teratur atau berhenti sama sekali. Sebagian ibu menganggapnya keuntungan, sebagian lagi merasa tidak nyaman karena tidak tahu kapan siklus kembali normal.
Perlu dicatat, KB suntik 1 bulan berbeda karena mengandung kombinasi progesteron dan estrogen. Versi ini sebaiknya tidak digunakan ibu menyusui, terutama di 6 bulan pertama, karena estrogen berpotensi memengaruhi volume ASI.
Pil KB khusus menyusui atau minipil hanya mengandung progesteron, jadi aman untuk ASI. Diminum setiap hari pada jam yang sama, dan di situlah tantangan terbesarnya.
Kalau jadwal tidur Bunda masih kacau dan sering lupa waktu, konsistensi minum pil tiap hari bisa jadi beban tambahan. Efektivitasnya tinggi asalkan diminum dengan benar. Untuk busui, pil laktasi bisa mulai diminum segera setelah melahirkan.
Implan dipasang di bawah kulit lengan atas, berbentuk batang kecil seukuran korek api. Pemasangannya hanya beberapa menit di puskesmas atau klinik, dan setelah itu Bunda tidak perlu memikirkan KB selama tiga tahun.
Karena hanya mengandung progesteron, implan aman untuk ibu menyusui. Pemasangan bisa dilakukan mulai 6 minggu setelah melahirkan. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah haid tidak teratur, termasuk bisa lebih sering datang atau justru berhenti. Kalau ingin hamil lagi, implan bisa dilepas kapan saja sebelum masa tiga tahun habis.
IUD tembaga tidak mengandung hormon sama sekali. Cara kerjanya mekanis, mencegah sperma membuahi sel telur. Ini pilihan yang menarik bagi ibu yang tidak ingin paparan hormon tambahan atau pernah sensitif terhadap KB hormonal sebelumnya.
Pemasangan bisa langsung setelah melahirkan dalam 48 jam pertama, baik persalinan normal maupun caesar, atau menunggu masa nifas selesai sekitar 4 minggu. IUD tembaga efektif sampai 10 tahun. Efek samping yang paling umum adalah haid lebih deras dan kram lebih terasa, terutama di bulan-bulan pertama.
Sebelum ke bidan atau dokter, jawab pertanyaan ini dulu: apakah Bunda sedang menyusui eksklusif atau berencana menyusui? Seberapa cepat ingin hamil lagi? Apakah pernah punya pengalaman buruk dengan KB hormonal?
Pertimbangkan juga seberapa disiplin Bunda bisa minum pil tiap hari pada jam yang sama, apakah nyaman dengan prosedur kecil seperti pemasangan implan atau IUD, dan bagaimana kondisi kesehatan umum. Riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan pembekuan darah memengaruhi pilihan KB.
Sudahkah Bunda diskusi dengan suami? Keputusan KB idealnya dibicarakan bersama, bukan beban yang ditanggung ibu sendiri. Pasangan bisa mendampingi saat konsultasi ke bidan atau dokter.
Layanan KB pasca persalinan tersedia di puskesmas terdekat dan gratis untuk peserta JKN/BPJS Kesehatan. Bidan praktik mandiri menawarkan waktu kunjungan yang lebih fleksibel, sementara klinik atau RS tempat Bunda melahirkan bisa sekalian saat kontrol nifas.
Untuk IUD atau implan, pastikan tenaga kesehatan yang memasang sudah terlatih untuk prosedur ini. Jangan sungkan bertanya karena bidan dan dokter memang bertugas membantu Bunda memilih metode yang sesuai kondisi spesifik, bukan memberikan jawaban yang sama untuk semua orang.
Kalau setelah beberapa bulan Bunda mengalami efek samping yang mengganggu, seperti pusing berkepanjangan, perubahan mood yang signifikan, atau nyeri, kembalilah ke bidan atau dokter. KB bisa diganti, tidak ada keharusan bertahan dengan metode yang tidak cocok.
Perhatikan juga jika haid berhenti total selama pakai KB suntik dan Bunda merasa tidak nyaman. Kondisi ini tidak berbahaya karena progesteron menekan pertumbuhan lapisan rahim, tapi tetap layak didiskusikan untuk mempertimbangkan metode lain.
Memutuskan KB adalah salah satu cara Bunda merawat diri dan tubuh sendiri di tengah masa pasca melahirkan yang penuh penyesuaian. Dengan memahami pilihan yang ada, Bunda bisa menentukan metode yang paling pas dengan kondisi menyusui dan rencana keluarga ke depan.