BENGKULU — Toyota membuktikan klaim efisiensi Veloz Hybrid EV lewat perjalanan nyata Yogyakarta–Solo sejauh total 350 km selama tiga hari. Sepuluh unit Veloz Q Hybrid EV TSS dipakai puluhan jurnalis nasional, dengan hasil terbaik mencatat konsumsi BBM 31,1 km/l pada Eco Journey Challenge. Angka ini menjanjikan, tapi perlu dicatat: hasil tersebut diraih dengan teknik berkendara efisien, bukan gaya mengemudi harian rata-rata.
Pengujian berlangsung 14–16 September 2026 dalam rangkaian Toyota Journalist Test Drive: Drive & Joy Beyond The Road 2026. Rute yang ditempuh bukan cuma jalan tol mulus, melainkan campuran lalu lintas perkotaan Yogyakarta dan Solo, jalan antarkota, pedesaan, hingga tanjakan perbukitan.
Setiap unit membawa empat jurnalis plus barang bawaan, dikondisikan menyerupai perjalanan MPV keluarga sungguhan. Veloz Hybrid EV yang diuji merupakan unit produksi lokal, bukan kendaraan khusus demo.
Di kondisi stop-and-go dan kecepatan rendah, motor listrik mengambil alih tenaga sesuai kondisi baterai. Efeknya bukan cuma penghematan bahan bakar, tapi juga kabin yang lebih senyap karena mesin bensin tidak selalu menyala.
Saat butuh tenaga lebih di jalan antarkota atau tanjakan, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan secara otomatis. Pengemudi tidak perlu mengubah gaya berkendara atau menekan tombol khusus untuk berpindah mode.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menyebut Veloz Hybrid EV sebagai bagian dari inisiatif "Hybrid EV untuk Semua".
"Veloz Hybrid EV hadir melalui inisiatif Hybrid EV untuk Semua, dengan membawa teknologi elektrifikasi ke lebih banyak pelanggan tanpa menghilangkan karakter praktis sebuah MPV," ujarnya.
Dapur pacunya mengandalkan mesin 1.5-liter 2NR-VEX yang dikombinasikan dengan sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device. Mesin bensin menyumbang 91 PS, sementara motor listrik menambah 80 PS.
Tenaga maksimum gabungan mencapai 111 PS yang disalurkan ke roda depan lewat transmisi e-CVT. Toyota Hybrid System mengatur kerja mesin, motor listrik, baterai, Power Split Device, dan Power Control Unit secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.
Energi saat deselerasi dimanfaatkan lewat regenerative braking untuk mengisi ulang baterai. Sistem ini yang membuat konsumsi BBM bisa tetap rendah di rute perkotaan yang penuh pengereman.
Angka 31,1 km/l diraih pada sesi Eco Journey Challenge rute Yogyakarta–Solo. Peserta menerapkan teknik berkendara efisien, seperti akselerasi halus dan menjaga kecepatan stabil, untuk mencapai hasil tersebut.
Artinya, angka ini merepresentasikan batas atas potensi efisiensi sistem hybrid, bukan ekspektasi konsumsi harian. Toyota sendiri mengakui hasil aktual bervariasi tergantung lalu lintas, rute, beban kendaraan, cuaca, dan gaya berkendara.
Untuk pembanding, MPV bensin 1.5L sekelas Veloz biasanya mencatat sekitar 12–15 km/l di kombinasi dalam-luar kota. Jadi bahkan jika hasil harian Veloz Hybrid EV hanya separuh dari 31,1 km/l, tetap ada penghematan signifikan.
Pengujian 350 km ini membuktikan sistem Full Hybrid EV Toyota bekerja sesuai teori di kondisi jalan beragam. Transisi antara motor listrik dan mesin bensin berjalan mulus tanpa perlu penyesuaian gaya berkendara.
Veloz Hybrid EV cocok untuk pengguna MPV yang mayoritas berkendara di perkotaan dengan stop-and-go tinggi, di mana motor listrik bisa sering mengambil alih. Untuk yang dominan perjalanan luar kota kecepatan tinggi, manfaat hybrid tidak akan sebesar di dalam kota.
Keputusan akhir tetap bergantung pada harga resmi yang belum diumumkan. Jika selisih harga dengan varian bensin biasa terlalu lebar, penghematan BBM perlu dihitung ulang terhadap jarak tempuh tahunan Anda.