BENGKULU — Kenaikan tipis ini menegaskan bahwa segmen LCGC masih jadi tulang punggung penjualan mobil di Indonesia. Sepanjang Januari-Agustus 2026, total distribusi LCGC sudah menembus 74.308 unit.
Angka Agustus itu sendiri menyumbang sekitar 13 persen dari keseluruhan distribusi LCGC sejak awal tahun. Artinya, meski pasar otomotif nasional bergerak dinamis, mobil murah ramah lingkungan tetap punya pembeli setia.
Duo Toyota-Daihatsu kembali mengunci dua posisi teratas. Calya mengirim 3.001 unit ke dealer, sementara Sigra menyusul dengan 2.746 unit.
Keduanya memang berbagi platform dan mesin, tapi strategi pemasaran serta jaringan dealer membuat keduanya tetap bersaing ketat di kelas yang sama.
Honda Brio Satya menempati urutan ketiga dengan 1.512 unit. Ini menjadikannya satu-satunya model di luar grup Astra yang berhasil masuk lima besar.
Posisi keempat dan kelima diisi Toyota Agya dengan 1.403 unit serta Daihatsu Ayla sebanyak 1.013 unit. Dominasi empat model Astra di lima besar menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman mereka di segmen ini.
Kenaikan 6 persen dari Juli ke Agustus terbilang moderat. Tidak ada lonjakan signifikan, tapi juga tidak ada penurunan yang mengkhawatirkan.
Bagi konsumen, persaingan di segmen ini justru menguntungkan. Produsen cenderung agresif menawarkan diskon, paket kredit ringan, dan bonus aksesori untuk menarik pembeli.
Kalau tren ini berlanjut, target penjualan LCGC sepanjang 2026 berpotensi terlampaui. Namun semua tetap bergantung pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di sisa tahun.