BATIC 2026 Bali Kukuhkan Peran Indonesia dalam Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:08:31 WIB
Direktur Utama TelkomGroup Dian Siswarini menyampaikan paparan strategi TLKM 30 pada pembukaan BATIC 2026 di Bali, Rabu (2/6/2026).

BENGKULU — TelkomGroup resmi menutup rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang berlangsung pada 24-28 Agustus di Bali. Acara ini mempertemukan 760 perusahaan global, 72 sponsor, serta para pemimpin industri untuk membahas masa depan konektivitas dan kecerdasan buatan di kawasan Asia Pasifik.

Strategi TelkomGroup di Balik Transformasi TLKM 30

Ditengah gelaran hari pertama, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan arah baru perusahaan melalui strategi TLKM 30. Peta jalan ini menegaskan ambisi TelkomGroup untuk bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi murni menjadi digital telco kelas dunia yang berfokus pada layanan infrastruktur dan intelligence.

Empat pilar utama menjadi fondasi strategi tersebut: operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift. Dian menekankan pentingnya organisasi yang agile untuk merespons cepat evolusi industri yang semakin dinamis.

"Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem," ujar Dian dalam keterangan resminya, Rabu (2/6/2026).

Pemerintah Dorong Ekosistem Digital Aman dan Inklusif

Pembahasan pada hari kedua bergeser ke peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menegaskan bahwa masa depan digital Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar inovasi infrastruktur, tetapi juga kepercayaan publik.

Menurut Edwin, kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi prasyarat terbentuknya ekosistem yang kuat, aman, dan inklusif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan data center dan cloud di kawasan yang turut dibahas dalam forum, termasuk perkembangan Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai nilai strategis baru bagi penyedia layanan.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Pertumbuhan Digital Berkelanjutan

Di sela-sela konferensi utama, Telin bersama Global Leaders' Forum (GLF) menggelar Leadership Summit khusus bagi para eksekutif C-level. Diskusi tertutup ini menyoroti kebutuhan investasi, rantai pasok, hingga pasokan energi untuk mendukung pengembangan infrastruktur berbasis AI.

Tercatat lebih dari 4.500 pertemuan terjadwal melalui aplikasi BATIC selama acara berlangsung. Angka ini mencerminkan tingginya intensitas negosiasi bisnis dan pencarian mitra strategis di kawasan, sekaligus memperkuat posisi BATIC sebagai ruang kolaborasi penting bagi industri digital Asia Pasifik.

Momentum ini menegaskan peran Indonesia sebagai hub kolaborasi digital, bukan sekadar pasar konsumen. Ke depan, keberhasilan transformasi digital nasional akan sangat bergantung pada kemampuan pemangku kepentingan menerjemahkan hasil diskusi tingkat tinggi tersebut menjadi proyek infrastruktur dan layanan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top