Danantara Siapkan 18.559 Rumah Rp9,79 Triliun, 6.611 Unit Khusus MBR

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:02:31 WIB
Danantara menyiapkan 18.559 unit rumah senilai Rp9,79 triliun, dengan 6.611 unit khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam Danantara Housing Expo 2026.

BENGKULU — Jakarta — Danantara Indonesia memanfaatkan panggung Danantara Housing Expo 2026 untuk memamerkan kekuatan portofolio properti BUMN. CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan total inventori yang disiapkan mencapai Rp9,79 triliun, sebuah angka yang menunjukkan skala besar keterlibatan negara dalam sektor perumahan.

Dari total unit yang ditawarkan, sebanyak 6.611 unit diperuntukkan bagi segmen MBR, sementara 9.948 unit lainnya menyasar pasar non-MBR. Pembagian ini mencerminkan upaya menyeimbangkan misi sosial dengan kebutuhan komersial.

Pameran Raksasa: 120 Ribu Properti dalam Tiga Zona

Danantara Housing Expo 2026 yang digelar di Jakarta sejak Kamis (27/8/2026) bukan sekadar pameran biasa. Acara ini menghadirkan lebih dari 130 pengembang, gabungan dari BUMN dan swasta, dengan total pilihan properti menembus angka 120 ribu unit.

Ratusan ribu properti tersebut dikelompokkan dalam tiga zona utama: first home, family home, dan premium living. Segmentasi ini dirancang untuk menjaring pembeli dari berbagai lapisan, mulai dari pekerja pertama kali yang mencari hunian terjangkau hingga keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas.

Rentang harga yang ditawarkan pun sangat lebar, dimulai dari Rp120 juta untuk tipe entry-level hingga Rp3 miliar untuk hunian premium. Variasi ini diharapkan mampu menarik minat beragam kalangan yang selama ini kesulitan menemukan properti sesuai kantong.

Dukungan Nyata untuk Program Prioritas Presiden

Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, menegaskan bahwa pameran ini adalah wujud konkret dukungan terhadap program tiga juta rumah yang menjadi prioritas Presiden. "Danantara Housing Expo 2026 ini adalah sebagai wujud dukungan nyata Danantara Indonesia serta seluruh ekosistem BUMN terhadap program tiga juta rumah yang menjadi program prioritas dari Bapak Presiden," ujarnya saat membuka acara.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi BUMN sebagai garda terdepan dalam pembangunan perumahan nasional. Kehadiran 12 developer BUMN dalam satu forum menjadi bukti kolaborasi lintas sektor yang jarang terjadi sebelumnya.

Mengapa Ini Penting bagi Pasar Properti?

Langkah Danantara ini datang di saat sektor properti Indonesia tengah mencari momentum pertumbuhan. Dengan menyatukan inventori dari berbagai BUMN, konsumen kini memiliki alternatif tunggal untuk membandingkan produk tanpa harus berpindah-pindah lokasi pameran.

Bagi pengembang swasta yang turut berpartisipasi, kehadiran BUMN justru bisa menjadi katalis. Arus pengunjung yang lebih besar berpotensi meningkatkan konversi penjualan, sementara bagi pembeli, kompetisi yang sehat antar pengembang bisa menghasilkan penawaran yang lebih menarik.

Ke depan, keberhasilan pameran ini akan diukur dari seberapa cepat unit-unit yang dipajang berubah menjadi transaksi. Jika serapan pasar kuat, model kolaborasi seperti ini berpeluang menjadi blueprint bagi program-program perumahan pemerintah berikutnya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top