BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di Provinsi Bengkulu tidak akan mengalami kekosongan dalam waktu dekat. Berdasarkan data terkini, stok Biosolar yang tersimpan di Terminal Pulau Baai mencapai 2.448 KL, cukup untuk melayani penyaluran ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.
Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menyampaikan bahwa jumlah tersebut dihitung mampu bertahan hingga tujuh hari ke depan. Pihaknya pun terus mengatur pola distribusi harian agar pasokan ke SPBU berjalan normal dan merata.
Farid menjelaskan, kapal pengangkut Biosolar baru akan masuk ke Terminal Pulau Baai setelah kapal pembawa Pertalite tiba lebih dulu. Kapal Pertalite tersebut dijadwalkan sandar pada 28–29 Agustus 2026.
"Untuk kapal solar, estimasinya setelah kapal Pertalite yang nanti kemungkinan datang tanggal 28–29 Agustus ini, setelah itu kapal masuk bawa solar," ujarnya di Bengkulu, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dengan skema kedatangan yang berurutan ini, Pertamina memastikan tidak ada jeda kosong pasokan. Begitu kapal Pertalite selesai bongkar muat, kapal pengangkut Biosolar akan segera merapat untuk mengisi kembali stok di terminal.
Langkah antisipasi ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan stok BBM di tengah tingginya permintaan masyarakat. Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh SPBU di Bengkulu tetap melayani pembelian Biosolar tanpa hambatan selama masa transisi pasokan tersebut.
"Kalau Biosolar masih aman, kita stok di Pulau Baai saat ini Biosolar sebanyak 2.448 KL. Itu bisa tahan sampai sekitar tujuh harian," kata Farid menegaskan kondisi stok yang ada saat ini.