BENGKULU — Laga leg kedua final Piala AFF 2026 akan berlangsung di Stadion My Dinh, Rabu (26/8/2026). Dengan keunggulan agregat dua gol, Golden Star Warriors memiliki modal berharga untuk menuntaskan misi mereka di hadapan pendukung sendiri.
Dua gol kemenangan Vietnam di leg pertama dicetak oleh Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai. Keduanya menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat di kandang Thailand tersebut.
Jika berhasil mempertahankan keunggulan, Vietnam akan menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu meraih gelar juara secara beruntun. Sebelumnya, Thailand tercatat tiga kali melakukannya, sementara Singapura pernah sekali pada periode 2004-2007.
Raihan ini sekaligus mempertegas posisi Vietnam di peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Saat ini, Thailand masih memimpin dengan tujuh gelar, disusul Singapura dengan empat trofi, dan Vietnam yang baru mengoleksi tiga gelar. Malaysia menjadi satu-satunya negara lain yang pernah merasakan juara, yakni pada edisi 2010.
Meski di atas angin, keunggulan dua gol tanpa kebobolan tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi Kim Sang-sik. Pelatih asal Korea Selatan itu harus memastikan lini pertahanan tetap disiplin menghadapi tekanan Thailand yang dipastikan tampil menekan sejak menit awal.
Thailand sendiri tidak punya pilihan selain mengejar ketertinggalan. Mereka wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk memaksa babak perpanjangan waktu, atau menang tiga gol untuk langsung memastikan gelar juara.
Performa Nguyen Quang Hai dan Nguyen Hai Long di lini tengah menjadi kunci permainan Vietnam sepanjang turnamen. Kemampuan mereka dalam mengatur ritme dan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang terbukti efektif membongkar pertahanan Thailand di leg pertama.
Kim Sang-sik juga diuntungkan dengan kedalaman skuad yang merata. Beberapa pemain pengganti yang masuk di babak kedua leg pertama mampu memberikan dampak positif, menjaga intensitas permainan tetap tinggi hingga peluit akhir.
Partai final leg kedua ini dipastikan berlangsung sengit. Vietnam tidak hanya berjuang untuk gelar, tetapi juga untuk menuliskan namanya dalam buku sejarah sebagai juara bertahan pertama selain Thailand dan Singapura.