BENGKULU — Guncangan gempa tektonik yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Manggarai. Rumah milik mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate yang terletak di Reo, Kecamatan Reok, dilaporkan ambruk setelah gempa utama berkekuatan M 7,0 mengguncang wilayah tersebut pada pukul 04.58 WIB.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, proses evakuasi masih berlangsung hingga siang hari. Jufri Husen, seorang warga yang turut membantu, mengatakan tim penyelamat masih berupaya menjangkau korban yang terperangkap di antara puing-puing bangunan.
"Di dalam ada tiga, ini masih kita lakukan upaya penyelamatan. Masih ada suara-suara," ujar Jufri saat dihubungi Liputan6.com.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan magnitudo gempa utama dari M 7,7 menjadi M 7,0. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Guncangan terasa kuat hingga skala IV-V MMI di sejumlah kota seperti Ruteng, Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur. Kota Bima dan Kabupaten Dompu di NTB bahkan merasakan getaran hingga skala V MMI.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara menyusul gempa utama tersebut. Warga di pesisir diminta menjauhi pantai hingga status peringatan dicabut.
Di Reo, warga yang selamat terlihat berkumpul di lapangan terbuka sejak pagi. Sebagian membawa barang-barang berharga dari rumah masing-masing setelah merasakan guncangan keras yang berlangsung beberapa detik.
Proses penyelamatan tiga orang yang terjebak di rumah eks Menteri Komdigi itu menjadi prioritas utama. Warga setempat dibantu aparat terus melakukan pencarian dengan peralatan seadanya, mengingat akses menuju lokasi yang terbatas.
Belum ada laporan resmi dari pemerintah kabupaten maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai jumlah total korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa ini. Data dampak di wilayah pesisir utara NTT masih terus dikumpulkan dari berbagai kecamatan.
Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih tercatat terjadi beberapa kali setelah kejadian utama, memaksa warga tetap bertahan di tempat terbuka hingga situasi dinyatakan aman.