Omzet UMKM Binaan Pertamina Tembus Rp8,57 Miliar di Semester I-2026, Pameran Jadi Kunci Naik Kelas

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:04:31 WIB
Pengunjung mengamati produk UMKM binaan Pertamina dalam pameran dagang di Jakarta, Senin (17/8/2026).

BENGKULU — Di balik angka omzet Rp8,57 miliar yang diraih UMKM binaan Pertamina pada paruh pertama 2026, terdapat peran besar pameran sebagai jembatan penghubung antara pelaku usaha dengan konsumen baru. Lewat ajang seperti Food & Hospitality Indonesia, IFEX, IIMS, hingga INACRAFT 2026, para pengusaha kecil tidak sekadar mencari transaksi, tetapi juga menguji ketahanan produk mereka di pasar yang kompetitif.

Kehadiran di pameran dagang membuka ruang kolaborasi antar-UMKM, mempertemukan mereka dengan calon mitra bisnis, sekaligus menjadi ajang validasi kualitas produk. Bagi banyak pelaku usaha, momen ini adalah kesempatan emas untuk memperluas jaringan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Kisah Sambal Ning Niniek: Dari Modal Rp35 Juta Menuju Panggung Nasional

Salah satu wajah sukses program ini adalah Sri Wahyuni, pendiri Sambal Ning Niniek. Usaha yang dirintisnya kini terus berkembang setelah mendapatkan suntikan modal Rp35 juta dari Pertamina pada 2023 lalu. Bantuan tersebut digunakan untuk memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi.

"Setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina sangat luar biasa. Bisa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar," ujar Sri Wahyuni.

Perempuan yang akrab disapa Wahyuni ini mengaku bahwa pelatihan melalui UMK Academy dan kesempatan mengikuti berbagai pameran telah mengubah cara pandangnya dalam mengelola bisnis. Ia tidak lagi sekadar berjualan, tetapi mulai memahami pentingnya strategi pemasaran dan pengelolaan usaha yang profesional.

Modal Usaha Saja Tak Cukup, Sertifikasi Jadi Pintu Masuk Pasar Modern

Pertamina menyadari bahwa akses pasar harus ditopang oleh kesiapan fundamental usaha. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan pelat merah ini telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaan. Legalitas dan standar produk menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama saat berhadapan dengan pembeli korporat atau ritel modern.

Selain sertifikasi, penguatan kapasitas pelaku usaha dilakukan melalui 579 pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Pertamina. Materi yang diajarkan mencakup pemasaran digital, legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga manajemen pengelolaan bisnis.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa dukungan ini dirancang untuk memberikan bekal sekaligus membuka peluang bagi UMKM agar bisa mandiri. "Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang. Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu melengkapi sertifikat, membuka akses pasar, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh," kata Baron.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Program CSR

Menurut Baron, momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat bahwa pengembangan usaha kecil membutuhkan ekosistem yang utuh. Pertamina mengambil peran sebagai enabler yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, permodalan, dan pengetahuan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong UMKM tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi usaha yang kompetitif dan mampu memperluas pasar secara mandiri.

Langkah korporasi ini sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di tingkat nasional, program pengembangan UMKM ini juga mendukung Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Ke depan, tantangan terbesar UMKM bukan lagi soal produksi, melainkan bagaimana mempertahankan konsistensi kualitas di tengah permintaan pasar yang meningkat. Dengan ekosistem yang telah dibangun, Pertamina berharap UMKM binaannya mampu bertransformasi menjadi pemain kunci di pasar domestik maupun global.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top