BENGKULU — Perkembangan teknologi yang kian masif menuntut peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak. Nelly Alesa menilai smartphone kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak, sehingga tanpa pendampingan yang tepat, perangkat tersebut berisiko menggeser waktu bermain dan belajar mereka di dunia nyata.
“Peran orang tua sangat penting untuk mendampingi, mengawasi, dan mengarahkan agar teknologi dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas. Anak-anak juga perlu diberi ruang untuk berinteraksi, bermain, dan berkegiatan positif di luar penggunaan gawai,” kata Nelly dalam keterangannya, Kamis.
Lomba mewarnai dan tari yang diikuti ratusan siswa RA ini sengaja dihadirkan untuk memberikan alternatif kegiatan positif bagi anak. Nelly menyebut dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap agenda semacam ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda sejak dini.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak. Kolaborasi seperti ini diharapkan terus dilakukan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Ketua KPID Provinsi Bengkulu, Tedi Cahyono, menambahkan bahwa pengawasan dari keluarga tidak bisa dilepaskan dari upaya literasi digital. Ia menekankan pentingnya peran guru dan orang tua untuk memastikan anak memanfaatkan smartphone secara positif, sekaligus menjaga ruang interaksi sosial mereka dengan lingkungan sekitar.
“Anak-anak tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Yang harus diperkuat adalah pendampingan dari orang tua dan guru agar anak memanfaatkan smartphone secara positif serta tetap memiliki ruang untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan,” kata Tedi.
Rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan ini akan berlanjut dengan acara puncak berupa Jalan Sehat Anak RA Merah Putih. Tedi menyebut agenda tersebut akan digelar di Sport Center Kota Bengkulu pada 8 Agustus 2026 dengan target partisipasi sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari anak-anak RA, guru, serta orang tua.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Nopian Gustari, mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama KPID. Menurutnya, kegiatan edukatif seperti ini menjadi media efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan dan membangun rasa percaya diri anak.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi secara positif. Sinergi antara pemerintah, KPID, lembaga pendidikan, dan orang tua sangat penting dalam menyiapkan generasi yang berkarakter di era digital,” tutup Nopian.