Satpol PP Kota Bengkulu Amankan Pelajar SMAN 2 yang Bolos, Temukan Kawat Tembok Rusak Jadi Jalur Kabur

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:03:01 WIB
Satpol PP Kota Bengkulu menunjukkan kawat tembok rusak yang diduga menjadi jalur pelajar membolos di SMAN 2.

BENGKULU — Operasi penertiban yang digelar Satpol PP Kota Bengkulu pada Rabu (5/8/2026) tidak hanya berujung pada pendataan seorang pelajar SMA Negeri 2 yang membolos. Petugas yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, juga menemukan celah keamanan di area belakang sekolah yang selama ini diduga dimanfaatkan siswa untuk keluar tanpa sepengetahuan guru.

Kawat pembatas yang seharusnya menjadi pengaman di atas tembok sekolah ditemukan dalam keadaan rusak. Temuan ini langsung menjadi perhatian serius karena dinilai mempermudah pelajar meninggalkan lingkungan sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kawat Tembok Rusak Jadi Celah Kabur Siswa

Saat meninjau lokasi, Sahat menunjukkan langsung titik yang kerap dijadikan akses kabur oleh para siswa. Kerusakan pada kawat pengaman tersebut diduga bukan karena faktor alam, melainkan sengaja dirusak.

"Di sinilah tempat siswa bolos, lihat kawat temboknya sudah dirusak. Kita akan beritahu kepala sekolahnya," ujar Sahat di lokasi penertiban.

Temuan ini rencananya akan segera disampaikan kepada pihak sekolah. Satpol PP mendorong agar fasilitas pengamanan segera diperbaiki dan pengawasan di area rawan diperketat untuk mencegah aksi serupa terulang.

Pembinaan Pelajar dan Program Satpol PP Go To School

Pelajar yang terjaring razia tidak langsung dikenai sanksi. Ia dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Bengkulu untuk menjalani pembinaan dan pendataan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap meningkatnya perilaku indisipliner di kalangan pelajar.

Sahat menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala. Menurutnya, pengawasan fisik harus berjalan beriringan dengan pembinaan karakter agar pelajar memahami pentingnya menaati aturan.

"Tujuannya bagaimana mendekatkan kepada siswa, kepada mahasiswa yang ada di Kota Bengkulu agar patuh juga dengan perda. Contohnya jangan keluar malam, jangan minum alkohol, jangan minum tuak, jangan merokok. Kita juga melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Kita beritahu bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu," ungkapnya.

Selain razia, Satpol PP Kota Bengkulu menggencarkan program Satpol PP Go To School (SGS) yang menyasar pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa. Program ini dirancang sebagai wadah edukasi tentang ketertiban umum dan bahaya pelanggaran peraturan daerah.

Untuk pelajar usia dini dan sekolah dasar, terdapat program Linmas Go To School yang lebih fokus pada edukasi mitigasi bencana. Metodenya dibuat menyenangkan melalui permainan edukatif, simulasi kebencanaan, dan lomba yang disesuaikan dengan usia anak.

Jadwal Sosialisasi ke Sekolah Lanjutan

Agenda sosialisasi SGS dipastikan berlanjut. Setelah sebelumnya dilaksanakan di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu, dalam waktu dekat kegiatan akan digelar di SMK Negeri 2 dan kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 2 Kota Bengkulu.

Melalui kombinasi operasi penertiban dan pembinaan berkelanjutan, Satpol PP berharap angka pelajar yang membolos dapat ditekan. Pihaknya mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top