Anthropic Kunci Kontrak Cloud US$10 Miliar dengan Volta, Amankan Kapasitas Komputasi Enam Tahun

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:53:01 WIB
Anthropic mengunci kontrak komputasi awan senilai US$10 miliar dengan Volta untuk mengamankan kapasitas komputasi selama enam tahun.

BENGKULU — Perang infrastruktur AI kian memanas. Setelah menjalin kerja sama dengan Amazon dan SpaceX, Anthropic—pengembang model Claude—kini dikabarkan mengunci kesepakatan komputasi awan senilai US$10 miliar dengan Volta, startup yang baru didirikan awal tahun ini. Informasi ini pertama kali dilaporkan Bloomberg dengan mengutip sumber anonim yang mengetahui langsung jalannya negosiasi.

Kapasitas Raksasa di Norwegia

Volta tidak bergerak sendirian. Mereka menggandeng Bitdeer, perusahaan yang selama ini dikenal di industri penambangan kripto, untuk membangun pusat data pemasok kebutuhan komputasi tersebut. Fasilitas ini berlokasi di Norwegia dengan kapasitas listrik mencapai 133 megawatt.

Pusat data ini akan mengandalkan sistem Nvidia Vera Rubin, arsitektur chip AI terbaru dari Nvidia. Volta sendiri merupakan bagian dari Nvidia Cloud Partner program, konsorsium penyedia cloud AI yang memakai GPU Nvidia di pusat data mereka. Sebelumnya, Volta sempat mengungkapkan adanya kerja sama dengan sebuah laboratorium AI, namun tidak menyebut nama spesifik.

Strategi Ekspansi di Tengah Persaingan Ketat

Kesepakatan ini bukan langkah impulsif. Anthropic secara agresif memperluas kapasitas komputasi dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan yang berkantor pusat di San Francisco ini tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari kompetitor utama seperti OpenAI dan Google DeepMind.

Selain Volta, Anthropic baru-baru ini mengumumkan perjanjian komputasi baru dengan Amazon dan SpaceX. Pola ini menunjukkan bahwa Anthropic tidak ingin bergantung pada satu penyedia infrastruktur saja. Mereka membangun jaringan pemasok yang tersebar untuk mengamankan pasokan chip dan daya komputasi yang krusial bagi pelatihan model AI generasi berikutnya.

Apa Artinya bagi Industri dan Pengguna?

Bagi pengguna teknologi di Indonesia, kabar ini menjadi penanda bahwa persaingan di balik layar chatbot AI sangatlah sengit. Kapasitas komputasi adalah "senjata" utama dalam perlombaan ini—semakin besar kapasitasnya, semakin canggih model yang bisa dilatih, dan semakin baik pula kualitas respons yang bisa dinikmati pengguna.

TechCrunch telah mencoba menghubungi Anthropic untuk meminta konfirmasi dan detail lebih lanjut mengenai kerja sama ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top