BENGKULU — Kekalahan ketiga di laga kandang itu menjadi ujian terbesar bagi perjalanan Timnas Indonesia di turnamen dua tahunan ini. Dua gol cepat Vietnam yang bersarang di gawang Garuda pada menit keenam dan ke-15 membuat skuad asuhan John Herdman kesulitan bangkit, sebelum Nguyen Xuan Son memastikan kemenangan telak di menit ke-71.
Erick Thohir tidak menutup mata dari rentetan kesalahan yang membuat lini belakang Indonesia keropos. Ia mengakui kualitas permainan Vietnam yang tampil lebih efektif dengan tekanan ketat sejak menit awal, membuat skema yang dibangun Herdman tidak berkembang sempurna.
“Kekompakan, pengalaman, dan persiapan matang memang terlihat jelas dari cara mereka bermain,” ungkap Erick mengomentari performa tim berjuluk The Golden Star Warriors itu, yang datang ke Bogor dengan status juara bertahan dan telah menjalani pemusatan latihan panjang.
Alih-alih terpaku pada hasil akhir, pria yang juga menjabat Menteri BUMN itu justru melihat kekalahan ini sebagai bahan evaluasi penting. Ia menilai proses adaptasi para pemain terhadap filosofi permainan John Herdman masih membutuhkan waktu, terutama saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi seperti Vietnam.
Kekalahan ini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi lini pertahanan. Bek tengah Rizky Ridho dengan jujur mengakui adanya kesalahan fatal yang ia lakukan dalam duel kontra Vietnam, sebuah pengakuan yang menunjukkan atmosfer psikologis tim tengah tertekan setelah kebobolan cepat di babak pertama.
Namun, Erick Thohir tidak ingin satu kekalahan lantas meruntuhkan kepercayaan terhadap tim dan jajaran pelatih. Ia justru menilai momen ini menjadi titik tolak kebangkitan skuad Garuda untuk membuktikan kapasitas mereka di laga-laga berikutnya.
Jadwal padat menanti Timnas Indonesia. Rizky Ridho dan rekan-rekannya dituntut segera bangkit karena laga hidup-mati melawan Singapura sudah di depan mata. Pertandingan ini menjadi ujian nyata seberapa cepat proses adaptasi yang disoroti Erick Thohir mampu diterjemahkan menjadi hasil positif di lapangan.
Dengan rapor satu kekalahan di Grup A, peluang lolos ke babak semifinal masih terbuka lebar. Namun, tekanan untuk meraih tiga poin penuh melawan Singapura menjadi konsekuensi logis dari hasil buruk di kandang sendiri, sekaligus kesempatan emas bagi Herdman untuk membuktikan bahwa arah permainan yang ia bangun tetap pada jalur yang tepat.