BENGKULU SELATAN — Warga Desa Nanjungan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, akhirnya bisa bernapas lega. Polres Bengkulu Selatan mengirimkan bantuan air bersih menyusul kekeringan yang melanda permukiman mereka akibat musim kemarau berkepanjangan.
Penyaluran yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu memanfaatkan satu unit dump truck pengangkut tandon berkapasitas 4.000 liter dan satu mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter. Total 9.000 liter air lantas didistribusikan secara door-to-door kepada puluhan kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., memimpin langsung jalannya distribusi bantuan tersebut. Ia didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bengkulu Selatan Ny. Arya Aron serta jajaran pejabat utama Polres, Kapolsek Pino Raya, dan Bhayangkari Polsek Pino Raya.
Kehadiran aparat di tengah warga ini sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah sipil. Sekcam Pino Raya, BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, serta perwakilan PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) turut hadir dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
AKBP Aron Sebastian menyebut bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok warga untuk beberapa hari ke depan. "Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beberapa hari ke depan, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan," ujarnya.
Menurut Kapolres, aksi ini bukan sekadar tugas rutin. Penyaluran bansos menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat, di luar tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polres Bengkulu Selatan tidak berhenti di Desa Nanjungan. Jajaran Polsek, khususnya Polsek Pino Raya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, dan instansi terkait untuk memetakan wilayah lain yang berpotensi terdampak kekeringan serupa.
Langkah pendataan ini dilakukan agar penyaluran bantuan air bersih ke depan dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Masyarakat di kecamatan lain yang mengalami kondisi serupa diharapkan segera melapor ke perangkat desa setempat agar data kebutuhan bisa segera diverifikasi.