BENGKULU — Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bengkulu resmi mendapat sokongan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp7,07 miliar. Anggaran itu disalurkan melalui empat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di wilayah tersebut, yakni KPPN Bengkulu, KPPN Curup, KPPN Manna, dan KPPN Mukomuko.
Salah satu target utama dari SE2026 adalah menyediakan peta ekonomi yang lebih lengkap dan akurat. Data yang dihasilkan nanti akan mencakup struktur ekonomi daerah, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga potensi ekonomi lingkungan.
Bagi Bengkulu, informasi semacam ini menjadi modal penting untuk menarik investor. Dengan data yang valid, calon investor bisa mendapatkan gambaran nyata mengenai potensi usaha di setiap kabupaten dan kota tanpa perlu menebak-nebak.
Dana APBN yang digelontorkan untuk SE2026 tidak langsung dikelola oleh BPS pusat, melainkan disalurkan melalui Kanwil DJPb Bengkulu. Selanjutnya, empat KPPN di daerah akan menjadi ujung tombak penyaluran anggaran ke lapangan.
Proses ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan bisa digunakan tepat sasaran untuk mendukung operasional sensus di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang digelar oleh BPS. Mengusung tagline #MencatatEkonomiIndonesia, sensus ini bertujuan menghadirkan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir.
Pemerintah menegaskan bahwa data dari SE2026 akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Setiap kebijakan ekonomi nantinya diharapkan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar asumsi.
Untuk Bengkulu, sensus ini menjadi momentum penting. Data yang terkumpul tidak hanya akan digunakan untuk perencanaan pembangunan, tetapi juga menjadi alat tawar bagi pemerintah daerah saat bernegosiasi dengan calon investor. Semakin akurat data yang dimiliki, semakin besar peluang investasi masuk ke daerah.