BENGKULU — PT BYD Motor Indonesia memilih Sumatera Utara sebagai lokasi uji coba media untuk membuktikan efisiensi teknologi plug-in hybrid terbarunya. Setelah pengenalan di Jakarta yang lebih fokus pada mobilitas perkotaan, kali ini peserta diajak menempuh rute Medan menuju Berastagi yang mencakup jalan datar, tanjakan panjang, tikungan, hingga kawasan dataran tinggi.
“Melalui pengalaman berkendara di berbagai kondisi jalan, masyarakat dapat melihat bagaimana teknologi Dual Mode mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, fleksibilitas, dan kenyamanan,” ujar President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao.
Dalam tantangan konsumsi energi yang digelar BYD, peserta dengan catatan terbaik berhasil membukukan efisiensi di atas 79,3 kilometer per liter. Angka tersebut melampaui klaim resmi teknologi DM yang dipatok 65 km/liter.
Tidak hanya dari sisi konsumsi bahan bakar, biaya operasional juga tercatat rendah. Peserta terbaik mencatat biaya penggunaan sebesar Rp 244 per kilometer. Hasil ini dinilai mencerminkan kemampuan sistem DM dalam mengoptimalkan penggunaan energi pada kondisi berkendara yang beragam.
Saat melintasi kawasan perkotaan, BYD M6 DM lebih banyak memanfaatkan tenaga listrik sehingga karakter berkendara terasa senyap dan responsif. Memasuki jalur menanjak menuju Berastagi, sistem secara otomatis mengkombinasikan kerja motor listrik dan mesin agar performa tetap terjaga tanpa mengorbankan efisiensi.
Teknologi Dual Mode (DM) merupakan pendekatan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang menjadi pintu masuk BYD untuk memperluas strategi elektrifikasi di Indonesia. Model M6 DM menjadi kendaraan pertama yang mengusung teknologi ini di pasar nasional.
Hingga April 2026, BYD dan Denza mengklaim penjualan lebih dari 19.200 unit di Indonesia. Capaian tersebut membuat keduanya menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar EV nasional. Data internal perusahaan juga mencatat saat ini terdapat sekitar 90.000 kendaraan BYD yang telah berada di jalanan Indonesia.
“Lebih dari sekadar angka, capaian ini menjadi representasi dari 90.000 keluarga yang kini ikut mendukung industri hijau,” ujar Vice President BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang.
Sebelum BYD hadir di Indonesia, pangsa pasar EV nasional masih berada di kisaran 0,9 persen pada 2022. Seiring meningkatnya pilihan produk dan penerimaan konsumen, penetrasi EV terus tumbuh hingga mencapai sekitar 20 persen pada kuartal I-2026.
Lebih dari 1.700 pengguna kendaraan BYD dan Denza tercatat berada di Sumatera Utara. BYD menilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan energi baru mulai meluas ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seiring kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang efisien namun tetap fleksibel untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.
Meski begitu, BYD melihat transisi menuju elektrifikasi di Indonesia tidak dapat berjalan melalui satu pendekatan teknologi saja. Kehadiran teknologi DM menandai langkah baru BYD dalam menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang lebih fleksibel bagi konsumen Tanah Air.