BENGKULU — Fluktuasi harga minyak industri dan lonjakan harga material aspal menjadi kendala utama realisasi proyek infrastruktur di Bengkulu. Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso mengungkapkan bahwa faktor eksternal ini sempat memicu keterlambatan pengerjaan di sejumlah titik.
Meski dihadapkan pada tekanan anggaran akibat kenaikan harga bahan baku, Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya untuk merampungkan proyek. Pihak dinas memastikan seluruh proses pengerjaan akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia.
"Dalam perjalanannya, pelaksanaan proyek infrastruktur ini sempat menghadapi kendala teknis di lapangan. Faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak industri dan lonjakan harga material aspal menjadi pemicu utama keterlambatan realisasi pengerjaan di beberapa titik," kata Tejo Suroso.
Pemprov Bengkulu menargetkan agar target fisik yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu. Untuk itu, masyarakat diimbau turut serta mengawasi jalannya pembangunan agar kualitas proyek yang dihasilkan sesuai spesifikasi yang diharapkan.
Langkah ini terus dikejar guna meningkatkan kualitas konektivitas antardaerah dan menunjang mobilitas ekonomi masyarakat Bengkulu. Perbaikan jalan rusak dianggap krusial karena menjadi urat nadi distribusi barang dan jasa di provinsi tersebut.