BENGKULU — Perbaikan jalan rusak di Provinsi Bengkulu akhirnya mendapatkan kepastian pendanaan setelah sempat tertunda akibat lonjakan harga bahan konstruksi. Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu menyebutkan, sebanyak 24 ruas jalan telah masuk dalam program perbaikan yang akan dimulai pada tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, tahap awal difokuskan pada 12 ruas prioritas yang tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Bengkulu Utara, Lebong, dan Seluma. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemilihan ruas didasarkan pada tingkat kerusakan serta fungsi jalan sebagai akses utama warga dan konektivitas antardaerah.
Progres perbaikan jalan di Bengkulu sebelumnya berjalan lambat. Kepala Dinas PUPR setempat menjelaskan, kenaikan harga minyak industri dan material aspal yang signifikan menjadi penyebab utama keterlambatan pelaksanaan proyek. Meski demikian, Pemprov Bengkulu memastikan anggaran telah disiapkan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur tersebut.
Saat ini, kondisi jalan provinsi di Bengkulu yang masuk kategori baik baru mencapai sekitar 67 persen. Artinya, masih ada sepertiga lebih ruas jalan yang memerlukan perhatian serius. Perbaikan 24 ruas jalan ini diharapkan mampu mendongkrak persentase tersebut sekaligus mengurangi keluhan pengendara yang selama ini harus melintasi jalan berlubang dan rusak parah.
Program perbaikan ini tidak hanya menyasar kenyamanan berkendara. Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah, terutama di kabupaten yang menjadi lumbung produksi pertanian dan perkebunan. Akses jalan yang mulus dinilai krusial untuk memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga.
Perbaikan jalan ini juga disebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di daerah. Pemprov Bengkulu berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap hingga seluruh ruas jalan provinsi berada dalam kondisi mantap.