BENGKULU — Sejumlah sekolah favorit di Kota Bengkulu, seperti SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 3, mencatat lonjakan pendaftar yang membuat kuota penerimaan cepat terpenuhi. Akibatnya, masih ada calon peserta didik yang belum tertampung di sekolah pilihannya.
Proses SPMB tahun ini sudah memasuki tahap akhir. Hasil seleksi untuk jalur domisili resmi diumumkan pada Jumat, 19 Juni 2026. Setelah pengumuman itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu akan memulai pendataan ulang terhadap peserta yang belum diterima.
“Setelah seluruh tahapan SPMB berakhir, kami akan mendata siswa yang belum diterima lalu mendistribusikannya ke sekolah yang masih memiliki kuota. Jadi penerimaan siswa tidak hanya terpusat pada sekolah tertentu saja,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri.
Kepala Dikbud menjelaskan, saat ini masih terdapat sejumlah SMA di Bengkulu yang kapasitas penerimaan siswanya belum penuh. Beberapa sekolah bahkan baru terisi sekitar 10 hingga 11 rombongan belajar, sehingga masih memungkinkan untuk menerima tambahan peserta didik baru.
Pemerintah daerah mengimbau para orang tua dan calon siswa untuk tidak panik. Proses distribusi ini dirancang agar seluruh siswa tetap mendapatkan haknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA tanpa terkendala oleh ketatnya persaingan di sekolah favorit.
Lonjakan pendaftar di sekolah favorit seperti SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 3 Kota Bengkulu menjadi perhatian serius Dikbud. Dengan adanya kebijakan distribusi ini, diharapkan tidak ada calon siswa yang putus sekolah hanya karena tidak lolos di pilihan pertama.
Proses distribusi dijadwalkan mulai pekan depan. Dinas akan memetakan sekolah-sekolah yang masih memiliki sisa kuota berdasarkan data hasil seleksi akhir SPMB.