Pengalaman membeli TV baru seharusnya jadi momen menyenangkan. Namun, banyak pemilik TV 4K yang mengeluhkan kualitas gambar terlihat kurang tajam atau gerakan terasa patah saat bermain game, meski sudah mengeluarkan jutaan rupiah untuk perangkat. Masalahnya bukan pada panel, melainkan pada satu port HDMI tertentu yang sengaja disembunyikan—atau lebih tepatnya, tidak diaktifkan dari pengaturan awal.
Standar HDMI 2.1 menawarkan bandwidth hingga 48Gbps, memungkinkan konsol seperti PS5 dan Xbox Series X mengeluarkan gambar 4K di 120 frame per detik tanpa kompresi. Masalahnya, tidak semua port di bagian belakang TV mendukung spesifikasi ini. Biasanya hanya satu dari empat port yang benar-benar “full bandwidth,” sementara sisanya hanya HDMI 2.0.
Lebih menjengkelkan lagi, port andalan itu sering diberi label membingungkan seperti “HDMI (eARC/VRR)” atau “HDMI 4K 120Hz.” Banyak pengguna yang asal colok ke port mana pun tanpa sadar kehilangan setengah performa konsol mereka.
Bahkan jika kabel HDMI sudah terpasang di port yang benar, TV belum tentot langsung mengaktifkan mode bandwidth tinggi. Sebagian besar pabrikan seperti Samsung, LG, dan Sony menyembunyikan opsi “HDMI Ultra HD Deep Color,” “HDMI Enhanced Format,” atau “Input Signal Plus” di menu pengaturan yang jarang tersentuh.
Tanpa mengaktifkan opsi ini secara manual, TV akan membatasi sinyal yang masuk ke standar HDMI 2.0. Akibatnya, PS5 yang mampu menghasilkan 120fps hanya akan berjalan di 60fps. Fitur VRR yang mencegah layar robek saat bermain game aksi juga tidak akan berfungsi.
Langkah pertama yang harus dilakukan pemilik TV baru adalah memeriksa buku manual atau menu pengaturan gambar. Cari kata kunci “HDMI Mode,” “Deep Color,” atau “Enhanced Format.” Jika tidak ada, port tersebut mungkin hanya mendukung HDMI 2.0.
Untuk pengguna PS5, pastikan konsol terhubung ke port yang secara eksplisit mendukung HDMI 2.1—biasanya port nomor 1 atau 2. Setelah itu, masuk ke menu TV dan aktifkan mode enhanced. Di konsol, cek menu “Screen and Video” untuk memastikan opsi 120Hz Output sudah dalam posisi “Automatic.”
Di Indonesia, di mana harga TV 4K 120Hz masih tergolong mahal—mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 30 juta—kehilangan performa karena pengaturan default sangat merugikan. Banyak gamer yang membeli PS5 seharga Rp 7-8 juta dan TV baru, tapi tidak menikmati fitur yang sudah mereka bayar.
Produsen TV beralasan bahwa menonaktifkan port HDMI 2.1 secara default dilakukan untuk menghindari masalah kompatibilitas dengan perangkat lawas. Namun, praktik ini dianggap menyesatkan oleh komunitas penggemar teknologi karena membuat pengalaman “out of the box” terasa inferior.
Solusi paling sederhana: jangan percaya colokan pertama. Cari port yang benar, masuk ke menu, dan aktifkan mode enhanced. Jika gambar masih terasa kurang mulus, kemungkinan besar TV Anda menyembunyikan kemampuan terbaiknya di balik satu setting yang terlupa.