Target PAD Kota Bengkulu Rp400 Miliar, Wali Kota Minta Bapenda Gencar Tagih Pajak di Tengah Pemotongan Dana Pusat

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 16:22:31 WIB
Wali Kota Bengkulu dorong Bapenda tingkatkan penagihan pajak untuk capai target PAD Rp400 miliar.

BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp400 miliar pada tahun anggaran 2026. Target ini menjadi krusial menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah hingga lebih dari Rp600 miliar pada tahun yang sama.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa keberhasilan mencapai target PAD akan menentukan ruang gerak fiskal daerah. Tanpa peningkatan pendapatan sendiri, sejumlah program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik terancam terhambat.

Bapenda Jadi Motor Penggerak PAD

“Karena saat ini transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah mengalami pengurangan yang cukup besar, maka kita harus mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Oleh sebab itu, Bapenda harus menjadi motor penggerak dalam mencapai target PAD yang telah ditetapkan,” ujar Dedy Wahyudi, Rabu (17/6).

Dedy meminta seluruh jajaran Bapenda bekerja lebih optimal. Instruksi ini mencakup pengoptimalan potensi pajak daerah dan retribusi yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.

Dampak Pada Infrastruktur dan Pelayanan Publik

“Jika PAD meningkat, maka kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan juga akan semakin kuat. Ini penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan berbagai program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bengkulu optimistis sinergi antar perangkat daerah dapat merealisasikan target tersebut. Keberhasilan ini dinilai akan menjadi fondasi bagi pembangunan berkelanjutan di ibu kota Provinsi Bengkulu.

Strategi di Tengah Tekanan Fiskal

Pemangkasan dana transfer pusat membuat daerah harus lebih mandiri secara fiskal. Kota Bengkulu tidak sendirian; banyak pemda lain di Indonesia menghadapi situasi serupa. Namun, Wali Kota Dedy menekankan bahwa penggalian potensi PAD harus dilakukan tanpa membebani masyarakat.

“Bapenda harus cerdas mencari celah penerimaan baru yang sah, bukan sekadar menaikkan tarif pajak yang sudah ada,” kata seorang sumber di lingkungan Pemkot Bengkulu yang enggan disebut namanya.

Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi PAD Kota Bengkulu masih dalam tahap evaluasi. Pemerintah kota berharap langkah-langkah optimalisasi yang diinstruksikan Wali Kota bisa mengejar ketertinggalan jika ada.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top