BENGKULU — Harga daging sapi di pasar tradisional Bengkulu masih bertahan di level Rp147,5 ribu per kilogram pada Jumat pekan ini. Angka tersebut sama persis dengan harga sehari sebelumnya maupun sepekan terakhir, menunjukkan pasokan yang relatif stabil di tingkat pedagang.
Meski harga daging sapi cenderung datar, jika ditarik dalam sebulan terakhir, komoditas ini tercatat mengalami penurunan 1,67 persen dari posisi Rp150 ribu per kilogram pada 30 hari lalu. Namun, dalam rentang tiga bulan, harga daging sapi di Bengkulu masih mencatatkan kenaikan 7,74 persen dari level Rp136,9 ribu per kilogram pada Maret 2026.
Secara keseluruhan, pergerakan harga sembilan bahan pokok di Bengkulu pada pekan kedua Juni 2026 menunjukkan tren yang bercampur. Dari 30 komoditas yang dipantau PIHPS, sebanyak 10 komoditas tercatat turun, sementara 20 lainnya mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu.
Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang melonjak 41,55 persen menjadi Rp77,5 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau juga ikut meroket 32,02 persen ke angka Rp58,75 ribu per kilogram. Tak ketinggalan, cabai merah besar naik 30,95 persen menjadi Rp55 ribu per kilogram, dan bawang merah ukuran sedang naik 18,42 persen menjadi Rp56,25 ribu per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pokok justru mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan. Beras kualitas bawah II turun paling dalam, yaitu 20,45 persen menjadi Rp12,45 ribu per kilogram. Daging sapi kualitas 2 juga turun 6,67 persen ke level Rp140 ribu per kilogram, sementara gula pasir lokal turun 3,12 persen menjadi Rp18,65 ribu per kilogram.
Harga telur ayam ras segar terpantau turun tipis 2,7 persen menjadi Rp28,8 ribu per kilogram, sama dengan harga telur ayam biasa. Sementara itu, minyak goreng curah justru naik 7,89 persen menjadi Rp20,5 ribu per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerk 1 masih bertahan di Rp24 ribu per kilogram.
Data ini bersumber dari dashboard resmi PIHPS Bank Indonesia yang diperbarui pada pukul 14:44 WIB, Jumat (12/6/2026). Fluktuasi harga pangan di Bengkulu masih perlu diwaspadai, terutama menjelang akhir pekan di tengah meningkatnya permintaan cabai dan bawang.