BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan pengelolaan sampah selama Festival Tabut 2026 berjalan ketat. Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menyatakan pihaknya telah menyusun sistem kerja khusus untuk menangani volume sampah yang diperkirakan melonjak drastis selama perhelatan tahunan itu.
DLH Kota Bengkulu menerjunkan personel khusus yang akan bertugas di sejumlah titik selama festival berlangsung. Selain itu, kontainer sampah ditempatkan di lokasi-lokasi yang dinilai strategis agar sampah dari pengunjung bisa langsung terkumpul dan tidak berserakan.
“Kami telah menyiapkan personel khusus serta kontainer sampah di beberapa titik strategis. Langkah ini dilakukan agar sampah yang dihasilkan selama Festival Tabut bisa segera ditangani dan tidak menumpuk di area kegiatan,” ujar Anshar Amin.
Petugas kebersihan dijadwalkan menyapu dan membersihkan kawasan festival setiap pagi. Proses ini memastikan area kegiatan kembali bersih sebelum pengunjung mulai berdatangan.
Sementara itu, pengangkutan sampah menuju lokasi pembuangan dilakukan pada dini hari hingga menjelang subuh. Waktu ini dipilih agar proses pengangkutan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengunjung yang masih berada di kawasan festival.
Anshar menjelaskan, pengelolaan sampah akan dilakukan secara rutin setiap hari selama event berlangsung. Sistem ini telah disusun khusus untuk mengantisipasi tingginya volume sampah yang dihasilkan ribuan pengunjung.