BENGKULU — Kobaran api melahap bangunan gudang milik warga berinisial L di Desa Sumberrejo, Kecamatan Batanghari, sekitar pukul 10.05 WIB. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari jarak beberapa kilometer, mengundang kepanikan warga setempat yang berupaya memadamkan api secara manual.
Kasatreskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, mengungkapkan kebakaran bermula saat dua pekerja berinisial M dan D tengah menggiling limbah kasur menggunakan mesin dompeng. “Penyebab karena korsleting dan ledakan mesin penggiling kasur,” ujarnya, Jumat (12/6).
Tiba-tiba, mesin mengalami korsleting dan mengeluarkan percikan api. Percikan itu langsung menyambar tumpukan busa, kapuk kasur, dan kain—material yang sangat mudah terbakar—yang berserakan di sekitar lokasi. Dalam hitungan detik, api membesar dan tak terbendung.
Kedua pekerja sempat berusaha memadamkan dengan ember berisi air sambil berteriak meminta tolong. “Pemilik rumah yang saat itu berada di dalam rumah langsung menyelamatkan barang-barang berharga dengan bantuan warga,” jelas Stefanus. Api sempat merembet ke bagian dapur rumah pemilik yang berada tepat di samping gudang.
Sebelum api meluas, para pekerja dan warga berhasil mengevakuasi empat unit kendaraan milik pemilik gudang: satu truk merah, satu Mitsubishi Pajero silver, satu Honda Vario, dan satu Honda Supra X. Namun, satu unit mobil Kijang Pick Up tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.
Dua unit sepeda motor milik pekerja—satu Megapro dan satu Yamaha Vega ZR—juga ludes dilalap si jago merah. Total, satu bangunan gudang, bahan baku busa dan kapuk, kursi set, material kayu, serta sebagian dapur rumah pemilik hangus tak tersisa.
Warga bersama personel Polsek Batanghari berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba. Setelah petugas pemadam tiba di lokasi, api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar satu jam. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar,” tandas Stefanus. Polisi masih mendalami penyebab pasti korsleting dan akan memeriksa kondisi kelistrikan mesin penggiling limbah tersebut.