BENGKULU — Bank Indonesia (BI) mengedukasi masyarakat Bengkulu tentang risiko kejahatan digital dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi di sela nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Pelaksana Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Perwakilan Bengkulu, Hendri Wahyudi, mengungkapkan masih banyak warga yang menggunakan tanggal lahir sebagai PIN rekening, yang justru memudahkan pelaku kejahatan.
"Yang paling penting, jangan menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, jangan pernah membagikan kode OTP, dan jangan mudah percaya pada penawaran yang tidak masuk akal," kata Hendri dalam kegiatan pembukaan Program Bola Gembira Piala Dunia 2026 di Bengkulu, Jumat.
Menurut Hendri, kebiasaan menggunakan tanggal lahir sebagai PIN masih lazim karena dianggap mudah diingat. Namun, kombinasi ini justru menjadi sasaran pertama pelaku kejahatan saat mencoba mengakses perangkat atau informasi pribadi seseorang.
Hendri menekankan masyarakat wajib memahami fungsi kode One Time Password (OTP) yang hanya digunakan untuk verifikasi transaksi atau akses akun. Kode ini tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari bank, aplikasi keuangan, atau lembaga resmi lainnya.
"Tidak ada pihak bank setelah mengirim OTP, terus menelpon menanyakan nomor OTP, kalau ada yang menelepon itu jelas penipuan," tegasnya.
Selain OTP, BI meminta masyarakat lebih berhati-hati membagikan data pribadi di media sosial. Informasi seperti tanggal lahir, alamat surel, nomor rekening, hingga bukti transfer dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk berbagai modus penipuan.
Hendri juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap tawaran investasi atau bantuan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ia menyarankan menghindari penawaran yang meminta transfer sejumlah uang terlebih dahulu dengan iming-iming pencairan dana atau keuntungan berlipat.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan mengklik tautan dari nomor tidak dikenal karena bisa menjadi pintu masuk pencurian data maupun pengambilalihan akun digital. Untuk meningkatkan keamanan transaksi, Hendri menyarankan agar PIN tidak dibagikan kepada siapa pun, termasuk anggota keluarga.
Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan rekening apabila salah satu anggota keluarga menjadi korban penipuan atau manipulasi pelaku kejahatan siber.
Hendri juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip "kalau ragu, stop dulu" dengan melakukan konfirmasi kepada keluarga, kerabat, atau pihak terkait sebelum mengambil keputusan dalam transaksi maupun menanggapi permintaan yang mencurigakan.
Edukasi ini disampaikan dalam kegiatan nobar Piala Dunia 2026 yang digelar TVRI bersama LKBN ANTARA Biro Bengkulu dan RRI Bengkulu melalui Program Bola Gembira. Kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan sistem pembayaran digital dan perlindungan data pribadi di era teknologi informasi.