KOTA BENGKULU — Warga Kota Bengkulu yang selama ini mengeluhkan jalan rusak dan genangan air saat musim hujan akan segera merasakan perbaikan. Pemerintah kota menargetkan pengerjaan fisik infrastruktur di 175 titik jalan dimulai pada Juli hingga Desember 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bengkulu, Dendi Okpimansyah, melalui Subkor Jalan dan Jembatan Yosep Akmal menyatakan saat ini persiapan administrasi dan teknis tengah dirampungkan. "Pelaksanaan pekerjaan fisik akan kita mulai pada awal Juli 2026 ini. Kami sedang merampungkan seluruh persiapan agar pengerjaan berjalan lancar," ujarnya di Bengkulu, Kamis.
Proyek ini merupakan bagian dari program unggulan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing yang dijuluki "1.000 Jalan Mulus". Fokus utama pengerjaan adalah jalan lingkungan yang langsung menyentuh permukiman warga serta jalan poros yang menjadi jalur utama mobilisasi masyarakat.
Yosep Akmal menegaskan pembangunan dirancang secara merata. "Pembangunan ini mencakup kurang lebih 175 jalan yang menjadi prioritas. Ini wujud komitmen penuh Pemkot Bengkulu untuk memastikan mobilitas warga semakin nyaman dan ekonomi daerah terus bergerak maju," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu Noprisman mengungkapkan bahwa dana Rp 19,3 miliar dari APBD tidak hanya untuk pengaspalan jalan. Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi drainase serta penataan trotoar di sejumlah titik.
Proyek ini merupakan respons langsung atas keluhan warga terkait kerusakan jalan dan buruknya sistem drainase yang kerap menyebabkan genangan air saat hujan. "Untuk proyek infrastruktur tersebut saat ini memasuki tahap akhir proses lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Juni 2026. Dokumen paket pekerjaan sudah berada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan minggu ini ditargetkan selesai proses lelangnya," terang Noprisman.
Salah satu sasaran utama proyek ini adalah mengatasi persoalan drainase yang menjadi penyebab genangan di sejumlah kawasan perkotaan. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada penataan kawasan, tetapi juga pada peningkatan fungsi infrastruktur pengendali banjir.
Pemkot Bengkulu berharap dengan akses transportasi antarkawasan yang lebih cepat dan aman, kesejahteraan masyarakat di tingkat lingkungan hingga pusat kota dapat terdongkrak. Pengerjaan dijadwalkan rampung pada Desember 2026.