SELUMA — Puluhan siswa SMKN 3 Seluma mengikuti seminar bertajuk “Pentingnya Mematuhi Hukum atau Peraturan dalam Menggapai Cita-cita Anak”. Acara ini digelar Astra Motor Bengkulu sebagai bagian dari program pembinaan sekolah binaan mereka.
Materi hukum disampaikan oleh Andrey Pramudia, S.H., M.H., JFT Penyuluh Hukum Ahli Madya Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bengkulu. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kesadaran terhadap aturan harus dibangun sejak remaja agar tidak menghambat masa depan.
“Melalui BPHN, Kementerian Hukum terus mendorong terciptanya masyarakat yang patuh hukum. Kesadaran ini penting ditanamkan sejak dini agar remaja tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan masa depan mereka,” ujar Andrey.
Andrey mengingatkan bahwa kenakalan remaja yang tidak terkendali bisa berujung pada status Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Menurutnya, konflik dengan hukum kerap menghambat bahkan menghentikan cita-cita pelajar.
“Ketika anak mulai berkonflik dengan hukum atau menjadi ABH, itu bisa menghambat bahkan menghentikan cita-cita mereka,” tegasnya.
Ia menyebut, perilaku agresif di kalangan remaja perlu dikendalikan sejak awal. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa menjadi pintu masuk pelanggaran hukum yang lebih serius.
Vocational Manager Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto Latupapua, menyebut kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan membentuk karakter positif siswa. Sekolah binaan menjadi sasaran utama program tersebut.
“Melalui seminar ini kami berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta mampu menjaga perilaku positif demi meraih cita-cita,” ujarnya.
Astra Motor Bengkulu berharap para pelajar semakin paham pentingnya mematuhi aturan dan menjauhi kenakalan remaja. Sikap disiplin dan taat hukum dinilai menjadi fondasi membangun masa depan yang lebih baik.