BENGKULU — Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin rapat persiapan Festival Tabut 2026 di Bengkulu, Senin. Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar festival berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah.
Target kunjungan 250.000 orang itu tidak hanya mencakup wisatawan domestik dari berbagai kelompok usia, tetapi juga wisatawan mancanegara. Pemerintah daerah menyasar pasar dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa yang dinilai memiliki minat tinggi terhadap budaya tradisional.
Festival Tabut merupakan tradisi tahunan masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam. Tradisi ini telah berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan di provinsi tersebut.
Kehadiran ribuan wisatawan diyakini akan menggeliatkan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemprov Bengkulu memproyeksikan festival ini akan melibatkan sekitar 500 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 pelaku seni dan budaya.
Nilai transaksi ekonomi selama 11 hari penyelenggaraan diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Angka ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pedagang, perajin, dan penyedia jasa di sekitar lokasi festival.
Rapat persiapan yang dipimpin Herwan Antoni membahas berbagai aspek teknis, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga dukungan terhadap pelaku usaha. Pemerintah daerah memastikan koordinasi dengan aparat keamanan dan dinas perhubungan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama puncak acara.
"Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelaksanaan Festival Tabut tahun ini berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah," kata Herwan Antoni.
Festival akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu. Selain itu, akan digelar bazar dan pameran UMKM yang bertujuan memperkenalkan produk lokal serta kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan leluhur, tetapi juga mampu memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat menjadi target jangka panjang dari gelaran tahunan ini.