CURUP — Pimpinan Bulog Cabang Rejang Lebong, A Musalim Yudha, mengonfirmasi bahwa realisasi tersebut terhitung hingga 19 April 2026. Sebagian besar pasokan gabah diserap dari Kabupaten Lebong, yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi padi di Bengkulu.
“Kami sudah menyerap hampir dua kali lipat dari target awal tahun. Ini indikator produksi padi di wilayah kita cukup baik dan partisipasi petani sangat tinggi,” ujar Yudha.
Bulog mengacu pada kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dalam setiap transaksi. Untuk gabah kering panen, harga yang dibayarkan ke petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Sementara untuk beras kualitas medium, Bulog membeli dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Kebijakan ini bertujuan memberikan jaminan harga agar petani tetap memperoleh keuntungan layak di tengah fluktuasi pasar. Hingga periode yang sama, Bulog juga telah menyerap 237,7 ton beras medium dari total target tahunan 812 ton.
Mayoritas pengadaan gabah dan beras masih terkonsentrasi di Kabupaten Lebong. Kondisi geografis dan dukungan sektor pertanian yang memadai menjadikan daerah ini sebagai kontributor utama. Pasokan tambahan berasal dari Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong dalam jumlah lebih terbatas.
Distribusi produksi yang timpang ini menunjukkan perlunya pemerataan produktivitas di tiga kabupaten binaan Bulog Cabang Rejang Lebong.
Untuk memaksimalkan serapan, Bulog menjalin kerja sama dengan penggilingan padi lokal yang berperan dalam proses pengolahan gabah menjadi beras. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Lebong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, serta aparat TNI melalui Kodim setempat.
Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama saat musim panen mulai memasuki fase akhir di Kabupaten Lebong.
Penyerapan hasil panen petani oleh Bulog merupakan bagian dari strategi stabilisasi pangan nasional. Langkah ini tidak hanya membantu petani menjual hasil panen dengan harga layak, tetapi juga berfungsi sebagai cadangan pangan untuk mengantisipasi kenaikan harga atau kekurangan pasokan di masa mendatang.
Dengan capaian yang melampaui target, Bulog Cabang Rejang Lebong menunjukkan kinerja efektif sekaligus mencerminkan kondisi produksi pertanian yang cukup baik di wilayah tersebut. Ke depan, sinergi berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu.