Liverpool dan Chelsea harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam laga sengit di Stadion Anfield. Dua gol tambahan dari kedua tim dianulir oleh wasit setelah intervensi VAR mendeteksi posisi offside dalam proses serangan.
Pertandingan pekan ini di Anfield menyajikan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Liverpool dan Chelsea mengakhiri laga dengan skor identik 1-1, namun hasil ini diwarnai serangkaian keputusan krusial dari Video Assistant Referee (VAR) yang mengubah jalannya pertandingan bagi kedua kubu.
Chelsea sebenarnya berpeluang besar memimpin laga sesaat setelah turun minum melalui aksi Cole Palmer. Pemain bernomor punggung 20 tersebut berhasil memanfaatkan kemelut di lini belakang Liverpool yang dipicu oleh miskomunikasi antara Virgil van Dijk dan penjaga gawang Giorgi Marmadashvili.
Palmer melepaskan tembakan yang menggetarkan jala gawang tuan rumah, namun selebrasi para pemain The Blues segera terhenti. Wasit membatalkan gol tersebut setelah VAR menunjukkan Marc Cucurella berada dalam posisi offside tipis saat proses serangan dibangun. Liverpool pun selamat dari ketertinggalan meski secara permainan terus ditekan oleh tim tamu.
Memasuki satu jam durasi pertandingan, giliran pendukung tuan rumah yang dibuat kecewa oleh keputusan pengadil lapangan. Cody Gakpo sebenarnya berhasil mengirimkan umpan matang yang disundul dengan sempurna oleh Curtis Jones dari jarak dekat untuk menaklukkan kiper Chelsea.
Namun, hakim garis telah lebih dulu mengangkat bendera. Tayangan ulang mengonfirmasi bahwa Gakpo telah terjebak posisi offside sebelum memberikan asis kepada Jones. Kecerobohan penyerang asal Belanda tersebut membuat skor tetap bertahan 1-1, padahal momentum pertandingan saat itu mulai beralih ke tangan The Reds.
Meski bermain di hadapan publik sendiri, Liverpool tampak kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. Skuat asuhan Arne Slot ini dinilai tampil sebagai "nomor dua" di lapangan dalam hal efektivitas serangan dibandingkan Chelsea yang bermain lebih agresif sepanjang babak kedua.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tekel-tekel keras terus terjadi di lini tengah yang menunjukkan betapa tingginya tensi pertandingan ini. Dengan hasil imbang ini, Liverpool gagal mengamankan poin penuh di kandang dan harus mengevaluasi koordinasi lini pertahanan mereka untuk laga berikutnya.