Valve Labeli Masters of Albion Unsupported Meski Developer Klaim Optimasi Penuh

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52:01 WIB
Valve menetapkan Masters of Albion sebagai gim "Unsupported" di Steam Deck meski klaim pengembang optimasi penuh.

Valve resmi menetapkan status "Unsupported" untuk gim Masters of Albion pada perangkat Steam Deck meski pengembang 22cans mengklaim proyek tersebut sudah dioptimalkan. Keputusan ini memicu perdebatan mengenai standar verifikasi Valve yang dinilai tidak konsisten dan membingungkan bagi pengguna maupun pengembang.

Kesenjangan antara klaim pengembang dan penilaian resmi Valve kembali mencuat lewat kasus Masters of Albion. Studio 22cans, yang dipimpin oleh Peter Molyneux, sebelumnya menyatakan dengan percaya diri bahwa gim god game terbaru mereka telah melewati proses optimasi intensif untuk perangkat genggam tersebut. Mereka bahkan menjanjikan dukungan penuh untuk trackpad dan Steam Input menjelang fase early access.

Namun, realitas teknis di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda. Saat dijalankan pada pengaturan grafis terendah, performa gim ini hanya berkisar di angka 30 fps dan sering merosot hingga di bawah 20 fps. Kondisi ini membuat navigasi menjadi tidak stabil, terutama dalam skenario permainan yang membutuhkan presisi tinggi.

Standar Performa yang Dipertanyakan

Keputusan Valve memberikan label "Unsupported" sebenarnya didasarkan pada temuan bahwa pengaturan grafis gim tidak dapat dikonfigurasi untuk berjalan dengan baik di Steam Deck. Meskipun 22cans bersikeras bahwa gim ini "layak main", Valve memiliki ambang batas teknis yang gagal dipenuhi oleh proyek tersebut. Hal ini menciptakan kebingungan bagi konsumen yang mengandalkan label verifikasi sebagai panduan belanja.

"Kami mengakui penilaian Valve, dan sebagai hasilnya, optimasi performa tetap menjadi fokus utama tim kami saat ini," ungkap perwakilan 22cans. Pihak studio menyatakan akan terus menggulirkan pembaruan performa dan mengajukan proses verifikasi ulang setelah standar Valve terpenuhi. Saat ini, mereka tetap mengeklaim telah menerima umpan balik positif dari komunitas meski tanpa lencana resmi.

Kontradiksi Label Verified dan Realitas Teknis

Kritik terhadap sistem verifikasi Valve sebenarnya bukan hal baru bagi para pengguna Steam Deck. Banyak gim yang sudah menyandang status "Verified" atau "Playable" justru memberikan pengalaman bermain yang buruk. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan pengguna meliputi:

  • Gim dengan label Verified sering kali mengalami penurunan frame rate drastis di area tertentu.
  • Visual gim yang terlihat seperti kualitas konsol generasi lama demi mengejar stabilitas 24 fps.
  • Inkonsistensi penilaian antara gim indie ringan dengan judul AAA yang memakan sumber daya besar.

Beberapa judul besar seperti Oblivion Remastered, Borderlands 4, dan The Outer Worlds 2 disebut sebagai contoh gim yang secara resmi didukung namun memiliki performa yang jauh dari ideal. Situasi ini memicu kemarahan di forum Reddit dan komunitas Steam, di mana pengguna mempertanyakan mengapa standar yang ketat diterapkan pada Masters of Albion tetapi tidak pada judul lainnya.

Urgensi Transparansi Kriteria Valve

Hingga saat ini, dokumen resmi Valve tidak merinci ambang batas performa minimum seperti resolusi atau frame rate spesifik untuk Steam Deck. Kondisi ini berbeda jauh dengan kebijakan Steam Machine di masa lalu yang mewajibkan standar 1080p pada 30 fps. Tanpa parameter yang jelas, sistem verifikasi ini dianggap sebagai zona abu-abu yang merugikan ekosistem perangkat genggam.

Para loyalis Steam Deck kini mendesak Valve untuk memperjelas aturan main mereka. Jika sebuah gim harus tampil layaknya judul era PS2 hanya untuk mendapatkan label "Playable", maka kredibilitas sistem verifikasi tersebut berada dalam pertaruhan. Valve perlu segera menyelaraskan ekspektasi pengembang dengan standar kenyamanan pengguna agar label "Verified" kembali memiliki makna yang kuat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Back to top