PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan resmi mengoperasikan Kedai ADO Presisi di Jalan KH Wahid Hasyim, Seberang Ulu I, sebagai basis kolaborasi antara Polri dan komunitas ojek online (ojol). Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan peran pengemudi ojol dalam sistem deteksi dini keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyatakan bahwa kehadiran kedai ini merupakan wujud nyata Polri yang humanis dalam membangun sinergi dengan masyarakat. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi yang sangat potensial untuk membantu tugas kepolisian di lapangan.
Kedai ADO Presisi bukan sekadar tempat beristirahat bagi para pengemudi. Polda Sumsel melalui Ditlantas telah melengkapi area ini dengan berbagai fasilitas penunjang produktivitas dan kesejahteraan komunitas ojol.
Pembangunan fasilitas ini sekaligus menandai beroperasinya 21 titik Kedai Kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. Jaringan ini diharapkan mampu mempercepat respons kepolisian terhadap laporan masyarakat yang diterima melalui mitra ojol.
Bangunan yang kini berdiri megah tersebut memiliki catatan sejarah panjang bagi komunitas ojol di Palembang. Sejak tahun 2021, lokasi ini merupakan kantor kosong yang dimanfaatkan secara mandiri sebagai "Rumah Ojol".
Pada 2026, Polda Sumsel mengambil inisiatif untuk mengembangkan infrastruktur tersebut menjadi lebih lengkap dan representatif. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang yang hadir langsung dalam prosesi peresmian.
“Driver ojol adalah mitra strategis. Mereka bisa membantu deteksi dini gangguan kamtibmas secara cepat,” ujar Irjen Sandi Nugroho di sela-sela penyerahan bantuan sembako kepada para driver.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim keamanan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan melibatkan ribuan pengemudi yang setiap hari menyisir jalanan, polisi memiliki "mata dan telinga" tambahan untuk memantau situasi kota secara real-time.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang turut hadir mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai penguatan fasilitas komunitas seperti Kedai ADO Presisi akan berdampak positif pada stabilitas sosial dan ekonomi para pekerja sektor transportasi online.
“Ini wujud Polri yang humanis. Kita bangun sinergi lewat kerja keras, cerdas, dan tuntas,” tegas Irjen Sandi menutup pernyataannya.