Mekkah — Jemaah Calon Haji (JCH) Bengkulu hari Sabtu (2/5) dijadwalkan berangkat ke Kota Mekkah dari Madinah setelah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan pra-keberangkatan. Panitia haji Provinsi Bengkulu melakukan cek kesehatan ulang serta pemeriksaan tambahan sesuai arahan dari panitia haji Arab Saudi.
Sejak Jumat malam, seluruh jemaah menjalani cek kesehatan untuk memastikan kesiapan sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji. Petugas kesehatan Haji Provinsi Bengkulu, dr. Rudy Khaerudin, menjelaskan pemeriksaan dilakukan dalam beberapa item penting.
"Sejak Jumat malam seluruh JCH dilakukan cek kesehatan sebelum diberangkatkan ke Kota Mekkah, hal ini untuk mendeteksi kesehatan JCH sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji," kata dr. Rudy Khaerudin, Sabtu (2/5).
Item pemeriksaan mencakup kolesterol, tekanan darah, daya tahan tubuh, dan beberapa parameter kesehatan lainnya yang dianggap krusial mengingat beban ibadah haji yang cukup intensif.
Dari hasil pemeriksaan menyeluruh tersebut, panitia menemukan tujuh orang jemaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi, termasuk hipertensi, kolesterol tinggi, dan masalah jantung. Selain itu, ratusan jemaah lainnya terdeteksi berisiko sedang, sementara sisanya dalam kondisi fit dan siap melaksanakan ibadah.
Ketujuh jemaah yang berisiko tinggi langsung mendapat penanganan medis untuk menstabilkan kondisi kesehatan mereka sebelum bertolak ke Mekkah. "Terhadap tujuh orang JCH yang memiliki risiko tinggi langsung diberikan penanganan untuk menstabilkan kesehatan sebelum bertolak ke Kota Mekkah, dan Alhamdulillah sudah mulai membaik," jelas dr. Rudy Khaerudin.
Selain tujuh jemaah berisiko tinggi, panitia juga mencatat tiga orang jemaah yang sempat dirujuk ke rumah sakit akibat kesehatan yang terus menurun selama berada di Madinah. Namun kondisi ketiga jemaah tersebut kini berangsur membaik dan dapat mengikuti keberangkatan ke Mekkah.
Pemeriksaan kesehatan komprehensif sebelum keberangkatan ke Mekkah merupakan tahapan krusial dalam manajemen kesehatan jemaah haji. Langkah ini memastikan jemaah dalam kondisi optimal untuk menjalani ritme ibadah yang padat dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan selama di tanah suci. Pantauan berkelanjutan terhadap jemaah berisiko tinggi menunjukkan komitmen panitia untuk menjaga keselamatan setiap peserta haji dari Bengkulu.