Bengkulu – Pendistribusian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori sasaran 3B kembali disalurkan pada Kamis, 8 Januari 2026. Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal dan tepat sasaran, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu melakukan koordinasi langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Koordinasi lapangan tersebut dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026) di Balai KB Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran kader MBG 3B sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan, khususnya dalam pendistribusian paket makanan bergizi bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melalui Ketua Tim Kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan, Edi Sofyan, menyampaikan bahwa kader MBG 3B memiliki peran strategis sebagai penghubung antara program pemerintah dan masyarakat.
“Mengingat peran strategis tersebut, diperlukan koordinasi operasional terkait pendistribusian MBG 3B. Pertemuan singkat bersama mitra, yaitu SPPG, dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun lalu sekaligus menyambut kegiatan ke depan,” ujar Edi Sofyan.
Ia menambahkan, kader MBG merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program di lapangan. Melalui koordinasi ini, para kader diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait peran dan tanggung jawabnya, baik dalam proses pendistribusian paket MBG maupun dalam memberikan edukasi kepada penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan seluruh proses penyaluran MBG berjalan tertib, aman, dan sesuai standar, sekaligus memperkuat sinergi antarpelaksana di lapangan,” tambahnya.
Edi Sofyan juga berharap kegiatan koordinasi semacam ini dapat dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis, mulai dari distribusi hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala SPPG Kota Bengkulu Kampung Melayu Padang Serai, Meldi Setiawan Putra, menyambut baik langkah BKKBN yang turun langsung melakukan koordinasi dengan jajaran pelaksana di lapangan.
Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci keberhasilan program MBG 3B dalam mendukung percepatan pemenuhan gizi masyarakat.
“Dengan koordinasi yang kuat, peran kader semakin jelas dan distribusi menu bergizi dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.