Pencarian

Cakupan JKN Bengkulu Tembus 99,4 Persen, Sisa 0,6 Persen Warga Dikejar Lewat Program PESIAR

Selasa, 29 September 2026 • 05:02:01 WIB
Cakupan JKN Bengkulu Tembus 99,4 Persen, Sisa 0,6 Persen Warga Dikejar Lewat Program PESIAR
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, memaparkan cakupan JKN Bengkulu yang telah mencapai 99,4 persen dalam Media Gathering di Hotel Santika Bengkulu, Senin (28/9/2026).

BENGKULU — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, memaparkan capaian 99,4 persen tersebut dihitung berdasarkan basis data kependudukan semester satu tahun 2026. Angka itu menempatkan Bengkulu di ambang target Universal Health Coverage (UHC) mutlak 100 persen.

Selisih 0,6 persen yang belum tercakup menjadi pekerjaan rumah terakhir. Syafrudin menyebut penuntasan celah itu butuh keterlibatan semua pihak, bukan hanya BPJS Kesehatan.

"Untuk Bengkulu, itu sudah 99,4 persen. Sehingga masih ada kurang lebih 0,6 persen penduduk yang belum tercakup. Diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk mencapai cakupan 100 persen," ujar Syafrudin dalam kegiatan Media Gathering Temu Media dan Sosialisasi Program JKN di Ballroom Hotel Santika Bengkulu, Senin (28/9/2026).

PESIAR Jadikan Aparat Desa Ujung Tombak Pendataan

BPJS Kesehatan mengandalkan program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) untuk memburu sisa penduduk yang belum masuk sistem JKN. Pemerintah desa dipilih sebagai pelaksana utama karena posisinya paling dekat dengan warga.

Kedekatan itu mempermudah identifikasi orang per orang, baik yang sama sekali belum terdaftar maupun yang status kepesertaannya nonaktif. Dua kategori itu jadi sasaran utama PESIAR.

Dua Langkah Kerja PESIAR di Tingkat Desa

  • Petakan dan Sisir: Aparatur desa mendata secara terperinci warga yang belum masuk sistem JKN.
  • Advokasi dan Registrasi: Warga diberikan edukasi soal pentingnya jaminan kesehatan, lalu difasilitasi proses pendaftarannya secara langsung.

Syafrudin menekankan kolaborasi ini harus berjalan vertikal, dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga aparat desa terkecil. Tidak ada satu lapisan pemerintahan yang bisa bekerja sendiri.

Validasi Kartu Aktif Jadi Perhatian Berikutnya

Menambah peserta baru bukan satu-satunya fokus. Validasi status keaktifan kartu juga jadi perhatian utama BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu.

Pasalnya, kepesertaan yang tercatat tidak selalu berarti kartu bisa langsung dipakai. Status nonaktif membuat manfaat jaminan kesehatan tertahan saat warga butuh pelayanan medis.

Karena itu, PESIAR tidak berhenti pada pendaftaran. Aparat desa juga memastikan warga yang sudah terdaftar tetap menyandang status kepesertaan aktif, sehingga kartu JKN bisa digunakan kapan pun dibutuhkan.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: realitapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks