BENGKULU TENGAH — Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menerima perwakilan Direktorat SMA Kemendikdasmen di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026). Pertemuan itu membahas percepatan realisasi Sekolah Nasional Terintegrasi, sebuah konsep yang menyatukan standar mutu pendidikan dari pusat hingga daerah.
Rachmat menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi daerah. “Kami menyambut baik rencana pengembangan Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini sebagai langkah memperkuat kualitas pendidikan di Bengkulu Tengah,” ujarnya.
Bukan Sekadar Gedung Baru
Dalam diskusi, perwakilan Kemendikdasmen memaparkan sejumlah konsep yang akan diterapkan. Fokusnya bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan juga penguatan akses pendidikan berbasis digital, pengembangan sekolah unggulan, dan integrasi layanan pendidikan di wilayah yang masih minim sarana belajar.
Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi agar program ini berjalan bertahap dan tepat sasaran. “Sinergi antara pusat dan daerah sangat diperlukan agar transformasi pendidikan berjalan optimal,” katanya.
Pemerataan hingga ke Wilayah Terpencil
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemerataan akses pendidikan di seluruh Bengkulu Tengah. Pemkab menilai pembangunan pendidikan tidak boleh terpusat di perkotaan, melainkan harus menyentuh kawasan yang masih kekurangan sarana dan prasarana.
Program ini dirancang untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Target akhirnya adalah mencetak generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Selain Bupati dan Sekda, pertemuan itu dihadiri sejumlah kepala OPD terkait. Pemkab Bengkulu Tengah optimistis kolaborasi dengan Kemendikdasmen akan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di daerah.