Pencarian

Target Stok Beras Bulog 6 Juta Ton, Lampaui Rekor Tahun Lalu

Senin, 11 Mei 2026 • 18:08:01 WIB
Target Stok Beras Bulog 6 Juta Ton, Lampaui Rekor Tahun Lalu
Bulog menargetkan stok beras 6 juta ton, melampaui rekor tahun lalu.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan target ambisius tersebut dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026). Dengan stok saat ini yang sudah mencapai 5,3 juta ton, Bulog hanya perlu menambah sekitar 700 ribu ton lagi dalam dua pekan terakhir Mei untuk memenuhi target.

Stok Beras Pemerintah Tembus Rekor Baru

Angka 5,3 juta ton per 11 Mei 2026 sudah menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Tahun lalu, stok beras pemerintah hanya berada di level 4,2 juta ton. Artinya, dalam setahun terakhir terjadi peningkatan signifikan sebesar 1,1 juta ton atau 26 persen.

Pencapaian ini menjadi modal penting bagi Bulog dalam menjalankan tugas sebagai pengelola cadangan beras pemerintah. Stok yang besar memberikan fleksibilitas lebih bagi Bulog untuk melakukan operasi pasar dan stabilisasi harga saat dibutuhkan.

Dampak bagi Masyarakat dan Petani

Dengan stok beras yang melimpah, Bulog diharapkan bisa lebih leluasa menyerap gabah petani saat panen raya. Ini menjadi kabar baik bagi petani karena serapan Bulog bisa menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan tidak anjlok saat produksi melimpah.

Di sisi lain, konsumen juga diuntungkan. Cadangan beras yang besar memungkinkan Bulog menggelar operasi pasar secara masif jika harga beras di pasaran mulai meroket. Stok ini menjadi bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Target 6 juta ton pada akhir Mei 2026 akan menjadi rekor baru bagi Bulog. Jika tercapai, Indonesia memiliki cadangan beras pemerintah yang sangat kuat untuk menghadapi berbagai skenario, mulai dari gangguan distribusi hingga dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan nasional.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks