BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memimpin langsung exit meeting bersama tim auditor BPK RI Perwakilan Bengkulu di ruang rapat lantai III kantornya, Senin (11/5/2026). Pertemuan ini menjadi tahap awal pemeriksaan keuangan daerah sebelum memasuki audit terinci.
Dalam forum itu, auditor BPK memaparkan hasil sementara penelaahan dokumen keuangan Pemprov Bengkulu. Beberapa poin yang dibahas mencakup administrasi pengelolaan anggaran, pelaksanaan program kegiatan, hingga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Komitmen Gubernur: Tata Kelola Jadi Fondasi Kepercayaan Publik
Helmi Hasan menegaskan pihaknya berkomitmen penuh mendukung proses pemeriksaan BPK. Menurut gubernur, pengelolaan keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan pemerintahan yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya menjaga pengelolaan keuangan daerah tetap transparan dan sesuai aturan. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi masukan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujar Helmi dalam kegiatan tersebut.
Exit Meeting Bukan Sekadar Formalitas
Pemeriksaan interim LKPD dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut sebelum audit utama. Tim BPK menyebut exit meeting menjadi momentum evaluasi bersama antara auditor dan jajaran pemerintah daerah.
Seluruh rekomendasi dan catatan hasil sementara diharapkan segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah itu dinilai penting untuk meminimalisasi potensi kesalahan administrasi serta memperkuat sistem pengendalian internal.
Sinergi Pemprov dan BPK: Target Laporan Keuangan Bersih
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu, kepala OPD, serta jajaran auditor BPK RI Perwakilan Bengkulu. Pemerintah daerah menargetkan laporan keuangan tahun anggaran 2025 memenuhi standar akuntansi pemerintahan dan memperoleh penilaian terbaik dari BPK.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Dengan pengawasan dan evaluasi berkala, kualitas pengelolaan keuangan daerah diharapkan semakin meningkat dan berdampak positif bagi pembangunan Bengkulu.