BENGKULU — Parade Hari Orang Mati digelar semarak di Madrid, Spanyol, dengan peserta berkostum Catrinas menari sepanjang rute. Tradisi budaya Meksiko itu menghadirkan pertunjukan kostum dan musik yang bisa disaksikan wisatawan. Acara berlangsung Selasa (3/11/2026) dan menjadi salah satu perayaan budaya paling dinanti di ibu kota Spanyol.
Catrina adalah figur kerangka perempuan bergaun mewah yang menjadi simbol perayaan Hari Orang Mati. Kostum ini awalnya diciptakan sebagai kritik sosial, kini berubah menjadi ikon budaya yang dikenakan peserta parade di berbagai kota dunia.
Di Madrid, peserta tampil dengan riasan wajah putih bertatah motif bunga dan garis hitam. Gaun panjang berwarna cerah melengkapi penampilan mereka saat menari di sepanjang rute parade.
Parade berlangsung pada Selasa (3/11/2026) sore waktu setempat, bertepatan dengan perayaan Hari Orang Mati yang jatuh setiap awal November.
Hubungan sejarah antara Spanyol dan Meksiko membuat tradisi budaya ini mendapat tempat di Madrid. Perayaan Hari Orang Mati sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, dan versi Madrid menghadirkan interpretasi lokal atas tradisi tersebut.
Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Spanyol pada awal November, parade ini menjadi tontonan budaya yang bisa disaksikan langsung di jalanan kota tanpa perlu membeli tiket.
Datang lebih awal untuk mendapat posisi pandang yang nyaman di sepanjang rute. Bawa kamera dengan pengaturan malam yang memadai karena parade digelar hingga sore menjelang petang. Kenakan pakaian hangat karena suhu Madrid pada November mulai turun.
Informasi jadwal dan rute parade tahun berikutnya dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata Madrid atau kanal resmi penyelenggara setempat.
Parade Hari Orang Mati di Madrid menawarkan pengalaman budaya yang berbeda dari perayaan lokal Spanyol. Luangkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menyaksikan seluruh rangkaian pawai dan menikmati suasana jalanan kota yang meriah.