DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Dilantik, 2026–2031 Fokus Cetak Kader Berintegritas Lewat DIKBAR

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01:31 WIB
Pelantikan pengurus DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 berlangsung di Aula Hotel Pasir Putih, Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026).

BENGKULU — Kepengurusan baru DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu menempatkan penguatan peran perempuan dalam politik dan pembangunan daerah sebagai agenda utama. Pelantikan pengurus periode 2026–2031 berlangsung di Aula Hotel Pasir Putih, Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026), dan langsung dirangkaikan dengan DIKBAR.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu, Ita Yunita, A.Ma., S.H., menyebut organisasi ini harus menjadi wadah yang mendorong perempuan lebih aktif, mandiri, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat kebersamaan dan solidaritas dinilainya sebagai modal membangun organisasi yang progresif.

DIKBAR Bukan Sekadar Agenda Pendidikan Organisasi

Ita menegaskan DIKBAR menjadi bagian dari upaya membentuk kader perempuan yang memiliki pemahaman ideologi, integritas, serta kepedulian sosial. Menurutnya, kemampuan saja tidak cukup tanpa landasan moral yang kuat.

"Kami ingin mencetak perempuan yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga ideologi yang kuat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya," ujar Ita.

Ia meminta seluruh pengurus dan peserta DIKBAR mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ilmu yang diperoleh diharapkan diterapkan langsung dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

Wakil Ketua DPW PKB: Perempuan Perlu Paham Politik

Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu, Rosekayanti, S.P., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang dilantik. Ia berharap kepengurusan baru meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan di berbagai bidang.

Rosekayanti menekankan pentingnya pemahaman politik bagi perempuan karena kebijakan politik berdampak langsung pada ekonomi, harga kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Tanpa keterlibatan perempuan, aspirasi mereka berisiko tidak tersampaikan optimal.

"Perempuan harus memahami politik agar dapat berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan dan memperjuangkan aspirasi mereka. Jika perempuan tidak mengambil bagian dalam politik, keterwakilan kepentingan perempuan berpotensi tidak tersampaikan secara optimal," ungkapnya.

Ia mendorong kader Perempuan Bangsa mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat melalui komunitas, lembaga sosial, dan kegiatan kemasyarakatan. Target jangka panjangnya: peningkatan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pada pemilihan mendatang.

DPP: Kader Perempuan Jangan Hanya Jadi Penonton Politik

Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup DPP Perempuan Bangsa, Hj. Dimas Pahlawanita Damayanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan organisasi ini harus menjadi motor perubahan sosial. Pendidikan kader dinilainya kunci mencetak perempuan yang cerdas intelektual sekaligus kuat moral dan spiritual.

"Perempuan Bangsa harus mampu menjadi motor perubahan sosial. Kita ingin mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual," ujarnya.

Menurutnya, kader perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses politik. Mereka harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan, baik di legislatif, eksekutif, maupun di tengah masyarakat.

DIKBAR dirancang memperkuat kapasitas dan karakter kader sekaligus membangun solidaritas organisasi. Dari pendidikan ini diharapkan lahir kader yang mampu menggerakkan partai hingga tingkat akar rumput.

Aksi Lingkungan dan Kesehatan Jadi Agenda Kader

Selain penguatan politik dan organisasi, Perempuan Bangsa mendorong keterlibatan kader di bidang kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan yang disiapkan antara lain aksi penanaman pohon dan jalan santai bersama.

Dua kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran warga soal pola hidup sehat. Pelantikan dan DIKBAR diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas pemberdayaan perempuan di Bengkulu.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: beritamerdekaonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top