Kapolda Bengkulu Datangi Masjid Jamik Subuh Keliling, Pengurus Keluhkan Anak Muda Ganggu Jamaah

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:31:02 WIB
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menghadiri Salat Subuh berjamaah di Masjid Jamik Bengkulu.

BENGKULU — Kunjungan Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid ke Masjid Jamik bukan sekadar salat Subuh berjamaah. Pengurus masjid bersejarah di Jalan Soeprapto itu memakai forum tersebut untuk menyampaikan persoalan keamanan yang selama ini mengganggu kenyamanan jamaah.

Keluhan utama menyangkut aktivitas sejumlah anak muda yang kerap berkumpul dan berkeliaran di sekitar kawasan masjid. Pengurus menilai kondisi itu membuat jamaah kurang tenang saat beribadah.

Mereka berharap kepolisian meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar masjid. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Kapolda, bukan lewat surat atau laporan tertulis.

Wakapolda hingga Irwasda Ikut Hadir

Kegiatan di Masjid Jamik itu dihadiri Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, Irwasda Polda Bengkulu Kombes Pol. Ja'far Sodiq, serta sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu.

Rangkaian acara diawali Salat Subuh berjamaah. Setelah itu, Kapolda bersama rombongan bersilaturahmi dan berdialog dengan pengurus masjid serta warga yang hadir.

Yudhi menyebut forum semacam ini sengaja dipilih agar kepolisian bisa mendengar langsung kondisi lapangan. Menurutnya, informasi warga menjadi kunci mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

"Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami menyadari bahwa masyarakat merupakan mata dan telinga Polri. Karena itu, informasi, masukan, dan keluhan masyarakat sangat penting bagi kami untuk mengetahui kondisi di lapangan serta mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini," ujar Yudhi.

Patroli Diminta Lebih Sering Menyambangi Kawasan Masjid

Menanggapi keluhan pengurus, Kapolda menegaskan bahwa dialog langsung memberi kepolisian gambaran persoalan yang benar-benar dihadapi warga. Langkah pengamanan diharapkan lebih tepat sasaran jika disusun berdasarkan aspirasi tersebut.

Yudhi meminta masyarakat tidak ragu melapor. Ia menilai sinergi antara polisi dan warga menentukan apakah lingkungan tempat ibadah tetap aman dan kondusif.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir, dekat, dan terbuka terhadap masyarakat. Jangan ragu menyampaikan informasi maupun keluhan kepada kepolisian. Sinergi dan kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif," tambahnya.

Program Quick Wins Subuh Keliling diposisikan Polda Bengkulu sebagai jalur silaturahmi sekaligus ruang komunikasi. Lewat program itu, persoalan keamanan di tingkat kampung dan kelurahan diharapkan terdeteksi lebih awal sebelum membesar.

Bagi pengurus Masjid Jamik, hasil konkret yang ditunggu adalah kehadiran patroli secara rutin. Jamaah ingin beribadah tanpa terganggu keramaian di sekitar halaman masjid.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: mediabengkulu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top