Warga Binaan Lapas Curup Ngaji Bersama Tiap Senin-Sabtu, Mentor Datang dari Sesama Napi

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:31:01 WIB
Warga binaan Paviliun Bugenvil mengikuti pendalaman bacaan Al-Qur'an di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Curup.

CURUP — Pada hari peninjauan, giliran warga binaan Paviliun Bugenvil yang mendapat porsi pendalaman bacaan Al-Qur'an. Materi dimulai dari tingkat dasar pengenalan huruf hijaiyah hingga fasih membaca ayat suci.

Pembinaan kerohanian di Lapas Kelas IIA Curup tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga pengajar dari luar pagar institusi. Pihak lapas memberdayakan warga binaan yang punya kemampuan lebih di bidang keagamaan untuk menjadi mentor bagi rekan-rekannya.

Mentor Diambil dari Penghuni Paviliun Edelweis

Warga binaan Paviliun Edelweis ditunjuk sebagai pengajar bagi penghuni paviliun lain. Pola ini membuat transfer ilmu berjalan dua arah: yang mengajar memperkuat pemahamannya, yang belajar mendapat pendampingan dari orang yang memahami ritme kehidupan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup Untung Cahyo Sidharto menyebut rutinitas keagamaan itu digelar intensif setiap hari, dari Senin sampai Sabtu, dengan jadwal bergilir antarpaviliun.

Menurut Untung, langkah tersebut ditempuh agar hak warga binaan atas bimbingan mental dan spiritual terpenuhi secara merata tanpa terkecuali.

"Melalui pembelajaran Iqra' dan Al-Qur'an, diharapkan pengetahuan serta pemahaman keagamaan WBP dapat semakin meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi pembentukan akhlak dan kepribadian mereka," ujar Untung.

Suasana Masjid Kondusif di Bawah Pengawasan Petugas

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana di area Masjid At-Taubah tampak kondusif dan tertib. Petugas pengamanan lapas berjaga selama proses belajar mengajar berlangsung.

Manajemen lapas memastikan agenda pembinaan moral ini akan terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Targetnya, proses transformasi diri warga binaan berjalan efektif hingga masa hukuman selesai dan mereka kembali berinteraksi dengan masyarakat luas.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: narasiberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top