BENGKULU — Persija Jakarta menerima kunjungan Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium, Senin (26/10) pukul 19.00 WIB. Laga ini jadi ujian bagi Macan Kemayoran yang memimpin klasemen dengan 15 poin untuk menjaga jarak dari kejaran tim papan atas.
Persija membawa modal besar ke pertandingan ini. Rabu (21/10), mereka menghancurkan Arema FC 5-1, hasil yang mengangkat kepercayaan diri skuad asuhan pelatih Macan Kemayoran jelang laga kandang.
Kemenangan atas Arema membuat Persija mengoleksi 15 poin dari enam pertandingan, cukup untuk duduk di puncak klasemen sementara. Tambahan tiga poin malam nanti akan memperkokoh posisi mereka di tengah persaingan ketat penghuni teratas.
Kubu tamu tidak datang tanpa amunisi. Persik Kediri mengalahkan PSS Sleman 2-1 pada Kamis (22/10), bangkit setelah sebelumnya tumbang 0-1 di tangan Persib Bandung.
Hasil itu menempatkan Persik di posisi ketujuh dengan 10 poin. Tim asuhan pelatih Persik butuh poin penuh untuk terus menempel kelompok atas, meski tugas mereka berat di hadapan pendukung tuan rumah.
Catatan head-to-head berpihak kepada Persija. Pada Mei 2026, Macan Kemayoran menang 3-1 saat bertandang ke markas Persik. Skor identik juga tercipta pada November 2025, ketika Persija kembali mengalahkan Persik dengan selisih dua gol.
Dua kemenangan beruntun dengan skor sama menunjukkan dominasi Persija dalam pertemuan terakhir. Namun Persik punya alasan untuk percaya diri: kemenangan atas PSS Sleman membuktikan mereka mampu bangkit setelah kekalahan.
Pertandingan digelar di Jakarta International Stadium, Jakarta, Senin (26/10), kickoff pukul 19.00 WIB. Penggemar bisa menyaksikan laga ini melalui layanan streaming Vidio.com atau siaran langsung di stasiun televisi nasional Indosiar pada jam yang sama.
Bagi Persija, tiga poin malam ini bukan sekadar soal menjaga posisi puncak. Kemenangan akan mengirim sinyal ke pesaing bahwa Macan Kemayoran serius mengincar gelar musim ini. Bagi Persik, hasil positif di JIS akan menjadi pembuktian bahwa posisi ketujuh belum mencerminkan potensi sebenarnya.