Wakapolda Bengkulu Sambangi Gereja Methodist, 200 Jemaat Diajak Manfaatkan Call Center 110

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 05:01:02 WIB
Wakapolda Bengkulu bersama personel Polda Bengkulu menghadiri ibadah di GMI Bengkulu dalam kegiatan Minggu Kasih.

BENGKULU — Kunjungan jajaran Polda Bengkulu ke rumah ibadah menjadi bagian dari implementasi Program Quick Wins Kapolri. Melalui Minggu Kasih, kepolisian membuka ruang komunikasi langsung agar warga bisa menyampaikan masukan, keluhan, maupun persoalan pelayanan kepolisian tanpa harus datang ke kantor polisi.

Ibadah di GMI Bengkulu berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Sejumlah personel Polda Bengkulu ikut hadir mendampingi Wakapolda sepanjang kegiatan.

Bukan Sekadar Penegakan Hukum

Prianto menyebut tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Menurutnya, Polri perlu membangun hubungan baik dengan masyarakat lewat komunikasi, kepedulian, dan kehadiran langsung di tengah kehidupan warga.

Pertemuan tatap muka seperti di GMI dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang terbuka. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan diketahui lebih dini dan ditangani melalui koordinasi yang tepat.

"Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, Polri hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk berbagi cerita, menyapa, dan mendengarkan aspirasi warga. Bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menebar kepedulian dan mempererat kebersamaan," ujar Prianto.

Polisi Sahabat Anak dan Jemaat

Di sela ibadah, Wakapolda berinteraksi dengan para jemaat, termasuk anak-anak yang hadir. Pendekatan itu dilakukan agar pandangan negatif terhadap polisi tidak tumbuh sejak usia dini.

Prianto menegaskan personel kepolisian harus menunjukkan sikap ramah, santun, dan bersahabat. Kehadiran aparat, katanya, tidak boleh menimbulkan rasa takut di kalangan anak-anak.

"Kami menyapa jemaat dan juga anak-anak agar tidak ada pandangan bahwa anak-anak takut dengan polisi. Dengan kehadiran polisi yang humanis, ramah dan baik, kami ingin menunjukkan bahwa polisi bersama masyarakat. Polisi adalah sahabat anak dan sahabat masyarakat," jelasnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi yang menekankan pelayanan profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Call Center 110 untuk Laporan Cepat

Dalam kesempatan itu, Wakapolda mengingatkan jemaat agar tidak ragu menghubungi kepolisian ketika mengetahui tindak kejahatan atau menghadapi situasi darurat. Pelaporan cepat dinilai membantu petugas membaca situasi di lapangan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Polda Bengkulu memanfaatkan forum ibadah untuk menyosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai saluran pengaduan dan permintaan bantuan. Masyarakat bisa menyampaikan laporan ketika mengalami atau mengetahui kejadian yang memerlukan penanganan polisi.

"Apabila menemukan kejadian kejahatan atau membutuhkan bantuan kepolisian, bisa langsung menghubungi layanan Call Center 110. Petugas kepolisian terdekat akan segera hadir dan membantu masyarakat yang mengalami permasalahan atau musibah di jalan," tegas Prianto.

Ia berharap warga memanfaatkan layanan tersebut secara tepat dan tidak menunda pelaporan saat menghadapi keadaan darurat.

Sambutan Positif dari Pihak Gereja

Pendeta GMI Bengkulu Pdt. Abdi Saragih, M.Th., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Wakapolda beserta personel kepolisian dalam kegiatan ibadah bersama jemaat. Menurutnya, kunjungan itu menjadi bentuk perhatian yang mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya jemaat Gereja Methodist Indonesia di Kota Bengkulu.

Hubungan yang semakin erat antara polisi dan masyarakat diharapkan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Bengkulu.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top